Jumat, 02 Maret 2012

Geografi Regional Indonesia


PENDAHULUAN

Pengertian tentang bumi sudah dimiliki manusia sejak manusia ada di bumi. Karena sejak lahir manusia membutuhkan berbagai unsur yang ada di bumi, seperti udara yang bersih, makanan, pakaian, pemukiman dan kebutuhan lainnya. Adanya tuntutan untuk memenuhi berbagai kebutuhan hidup yang tidak mereka peroleh dari tempat tinggalnya, adanya hasrat ingin tahu tentang benda dan gejala yang ada di permukaan bumi, Telah mendorong mereka untuk mengadakan perjalanan ke daerah lain di luar tempat tinggalnya. Dalam perjalanan itu, mereka menemukan perbedaan kondisi alam, tumbuhan, hewan, masyarakat dengan budayanya, perbedaan fisik manusia seperti warna kulit, raut wajah, tinggi badan, warna rambut, mata dan sebagainya. Semua itu mendorong mereka mempelajari lebih jauh, clan menulisnya dalam bentuk yang sederhana. Adanya niat untuk mempermudah perjalanan berikutnya, maka dibuat(ah gambar perjalanan dengan dilengkapi tempat-tempat yang mereka kunjungi selama dalam perjalanan. Perjalanan dan pembuatan gambar perjalanan itulah yang mendasari timbulnya ilmu geografi clan pembuatan peta.
Makin lama perjalanan mereka makin jauh dan tujuannya pun lebih beragam, di antaranya untuk menyebar luaskan agama, perda-gangan clan mencari daerah jajahan. Pengalaman clan pengetahuan tentang bumi pun lebih banyak dan mendalam. Manusia dapat membandingkan persamaan clan perbedaan kondisi fisik dengan segala kehidupannya yang ada dipermukaan bumi. Ada alam yang dapat mem-berikan kemudahan-kemudahan bagi kehidupan manusia, clan ada pula yang memberikan hambatan-hambatan. Hambatan ini merupakan tantangan untuk mempelajari permukaan bumi lebih jauh lagi. Dengan pengetahuan itulah ia dapat menyesuaikan diri dengan alam sekitarnya. Bila perlu ia melakukan perubahan agar menjadi tempat yang lebih sesuai dengan tututan hidupnya.
Pengetahuan tentang permukaan bumi tersebut kemudian disusun secara sistematis. Dalam mengkaji permukaan bumi pun memeper-gunakan cara-cara ilmiah dan dapat dibuktikan secara empiris. Sejak itulah lahir ilmu geografi.


BAB I
KONSEP-KONSEP GEOGRAFI

1. Pengertian Geografi

Tokoh-tokoh geografi yang berjasa dalam mengembangkan geografi sebagai disiplin akademis diantaranya adalah Erathos tenes (276 - 196 SM), orang Yunani yang pertama memperkenalkan istilah Geografi dalam bukunya yang berjudul Geographia. Dalam bukunya itu geografi diartikan sebagai deskripsi tentang bumi (writing about the earth or description of the earth). Dia pulalah yang pertama mengukur keliling bumi secara tn,atematis. Varenius (1622 - 1050) telah mencoba membedakan geografi menjadi Geografi Umum (Geographia Generalis) dan Geografi khusus (Geo-graphia Specialis), Immanuel Kant (1724 - 1804) merupakan orang pertarna yang menganggap bahwa geografi sebagai suatu disiplin ilmiah dan telah membagi ilmu pengetahuan menjadi 3 kelompok yaitu :
1.      Ilmu pengetahuan yang menggolong-golongkan fakta berdasarkan objeknya seperti Biologi, geologi, sosiologi dan'sebagainya;       
2.      Ilmu pegetahuan tentang ruang yaitu geografi; dan
3.      Ilmu pengetahuan tentang waktu atau sejarah.
Alexander Van Humbolt (1769 - 1859) dikenal sebagai tokoh Biogeografi, Karl Ritter (1779 - 1859) karyanya yang berjudul Die Ernkunde telah membawa perubahan besar dalam ilmu geografi, yang mana didalamnya telah memasukan manusia sebagai salah satu unsur penting dalam geografi, karena itu Beliu dikenal sebagai peletak dasar Geografi Sosial. Frederick Ratzel (1844 - 1904) tokoh geografi jerman telah mengemukakan konsep libenstraum (ruang hidup), konsep ini banyak dipakai dalam Geografi Politik.
Ferdinand Von Richtofen (1838 - 1905 ), Albert ettner (1859 - 1941 ) mengemukakan konsep korografi (keruangan) sebagai dasar ilmu geografi, Paul de la Blache (1845 - 1918) tokoh geografi dari Prancis yang telah mengemukakan konsep Genre de Vie yaitu pola dan bentuk produksi dari manusia dalam memanfaatkan kemungkinan-kemungkinan yang ditawarkan atau disediakan alam. Jean Brunches (1869 - 1930 ) murid dari Vidal, telah membatasi konsep-konsep yang telah dikembangkan oleh gurunya. la membatasi pada objek-objek material hasil buatan manusia. di samping to-koh-tokoh di atas masih banyak tokoh lainnya yang sangat brjasa dalam mengembangklan geografi sebagai disiplin akademis.
Geografi berasal dari kata geo yang artinya bumi,dan grafien yang artinya lukisan atau gambaran.Geografi berarti gambar atau lukisan tentang bumi. Pengertian geografi sejak awal pem bentukannya yaitu sejak Erathostenes mengemukakan istilah geo grafi sampai sekarang, terus mengalami perkembangari sesuai dengan tuntutan eksistensi suatu ilmu terhadap kebutuhan jaman. beberapa definisi geografi lainnya adalah :
Karl Ritter : Geografi adalah studi tentang daerah yang berbeda-beda di atas permukaan    bumi;
Finch C Vernor : Geografi adalah ilmu yang menjelaskan dan menerangkan suatu daerah di permukaan bumi disertai dengan analisisnya serta tidak hanya menyoroti fenomena itu saja tapi juga memperhatikan perubahan-perubahan dan dinamika yang berlangsung di atasnya;
Ekblaw dan Mulkerene : Geografi adalah ilmu-pengetahuan tentang  bumi dan kehidupannya. Pengaruhnya terhadap cara hidup, pakaian, rumah dan bentuk-bentuk rekreasi;
Broeke dan Webb : geografi adalah sekumpulan pengetahuan tentang bumi sebagai tempat di mana manusia hidup, termasuk didalamnya fenomena organis dan inorganis;
Johston : geografi pada dasarnya adalah ilmu yang mempelajari permukaan bumi sebagai tempat tinggal manusia dan tempat di mana manusia melakukan melakukan aktivitasnya.
Alexander : geografi adalah ilmu yang mempelajari vareasi ruang permukaan bumi. Ikatan Geograf Indonesia (IGI) : Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari persamaan dan perbedaan geosfer dengan mempergunakan pendekatan kelingkungan dan kewilayahan dalam kontek keruangan.




Secara horizontal obyek geografi meliputi seluruh per-mukaan bumi yang dihuni dan dimanfaatkan oleh manusia, sedangkan secara vertikal meliputi bagian atas clan bawah permukaan bumi yang mempunyai manfaat dan pengaruh terhadap kehidupan manusia.
Dalam mengkaji permukan bumi selalu mempertanyakan apa (what),. di mana (where), mengapa (why), bagaimana (how) keterkaitannya antara manusia dengan manusia, manusia dengan alam, clan alam dengan alam yang berpengaruh terhadap
kehidupan manusia, serta untuk kepentingan apa (what for), setelah kita tahu semuanya itu bagaimana lahan atau ruang kita manfaatkan, kita kelola agar dapat mendukung dan menunjang kesejahteraan manusia serta kesinambungan pembangunan.
Dengan demikian geografi bertujuan untuk memahami:
1.      Penyebaran fenomena di atas permukaan bumi;
2.      Hubungan antar fenomena di suatu tempat;
3.      Hubungan suatu fenomena dengan fenomena di tempat lain;
4.      Efek suatu fenomen pada fenomena lain;
5.      Variasi suatu fenomena dari suatu tempat ke tempat lain;
6.      Mengapa suatu fenomena terdapat disuatu tempat sedangkan di lain tempat lain tidak ada;
7.      Difusi keruangan dari fenomena;        ,
8.      Lokasi dan lokalisasi suatu fenomena;
9.      Akibat suatu tindakan pada suatu tempat terhadap fenomena lain di tempat lain.
10.  Manfaat dan kegunanaan suatu fenomena atau tindakan guna meningkatkan kesejahteraan manusia dan pembangunan.

Pertanyaan-pertanyaan yang dapat dikembangkan dalam mempelajari fenomena tersebut di antaranya adalah :
1. Bagaimana fenomena dipelajari, disusun dan dikekelompokan ?
2. Bagaimana fenomena tersusun dalam bentuk dan susunan keruangan ?
3. Bagaimana fenomena itu terjadi ?
4. Bagaimana fenomena. itu berasal dan berkembang ?
5. Bagaimana fenomena saling berhubungan dan berinteraksi dengan fenomena lain ?
6. Bagaimana fenomena itu tersusun dalam suatu sistem yang serasi ?
7. Bagaimana sumberdaya dimanfaatkan secara efektif clan efisien untuk kesejateraan manusia secara optimal dengan tetap memperhatikan kelestariannya ?

2. Obyek dan ilmu penunjang Geografi
Obyek material geografi adalah geosfer. Geosfer adalah lapisan bumi (sphere artinya lapisan atau bulatan, dan geo artinya bumi). Geosfer terdiri dari :
a.       lithosfer yaitu lapisan batuan;
b.      hidrosfer yaitu lapisan air
c.       atmosfer adalah japisan udara; clan
d.      biosfer adalah lapisan kehidupan yang terdiri dari hewan, tumbuhan dan manusia.

Karena manusia mempunyai keistimewaan bila dibandingkan organisma hidup lainnya di permukaan bumi, maka seringkali dipisahkan menjadi lapisan yang tersendiri menjadi antroposfer (antro artinya manusia).
Lapisan-lapisan itu, sebenarnya dikaji pula oleh bidang ilmu lain seperti lithosfer oleh geologi, atmosfer oleh meterorologi, geofisika dan klimatologi, hidrosfer oleh hidrologi, biosfer oleh biologi dan antroposfer oleh ilmu-ilmu sosial seperti sosiologi, antropologi, politik, ekonomi dan sebagainya.
Dimanakah posisi geografi ?, geografi mempelajari ilmu kebumian dan kehidupan manusia ( seperti ilmu sosial) secara terintegrasi, bagaimana hubungan dan pengaruhnya secara timbal balik antara faktor fisikal clan manusia tersebut secara menyeluruh. Karena itu ilmu geografi berada di dua pijakan antara ilmu alam dan ilmu sosial.
Geografi mempelajari semua lapisan itu dengan mempergunakan pendekatan kelingkunganan dan kewilayahan serta dalam kontek ke-ruangan.
Pendekatan kelingkunganan dalam geografi artinya selalu melihat bagaimana hubungan dan kerterkaitan aspek fisikal dan makhluk hidup lainnya di permukaan bumi, sedangkan pendekatan wilayah atau regional adalah melihat ruang sebagai wadah yang mempunyai keunikan atau perbedaan dengan wilayah lainnya sebagai hasil interelasi dan integrasi antara aspek fisik dan manusia yang ada di dalamnya. Pada bagian berikutnya akan dibahas region secara lebih mendalam.
Dalam kontek keruangan artinya geografi selalu melihat ruang dalam pengertian 3 dimensi yaitu atas (atmosfer), bawah (li-thosfer) dan luasan ( hidrosfer, biosfer dan antroposfer). Geografi selalu melihat pola penyebaran suatu fenomena dalam ruang atau permukaan bumi, bagaimana keterkaitan fenomena dengan fe-nomena lain di suatu tempat, fenomena di suatu tempat dengan fenomena lain di lain tempat, dan bagaimana pengaruh suatu fenomena atau gejala terhadap fenomena atau gejala lain dalam ruang yang lebih luas.
Contoh dalam mengkaji masalah banjir, geografi tidak hanya melihat luas genangan, kedalaman dan pengaruhnya terhadap kehidupan manusia, tapi juga bagaimana latar belakang timbulnya banjir, bagaimana penggunaan lahan di daerah hulu sungai, peng-garapan lahannya, kemiringan lerengnya, intensitas hujan dan faktor sosial budaya penduduk di daerah hulu sungai seperti jumlah dan kepadatan penduduk, pemilikan lahan, cara menggarap la-han, tingat pendidikan, pendapatan dan kebiasaan-kebiasaan lain-nya dalam memanfaatkan lingkungan. Kemudian juga dilihat bagai-mana peranan daerah hilir sebagai daerah limpasan air seperti lebar dan kedalaman sungai, penggunaan lahan dan faktor sosial budaya ekonomi penduduknya yang ada di sekitar sungai. Dengan demikian geografi selalu melihat hubungan timbal balik antara aspek fisik dengan sosial budaya penduduknya dan pengaruhnya terhadap daerah lain.
Adapun yang menjadi ciri-ciri geografi adalah :
  1. Geografi melihat permukaan bumi sebagai lingkungan hidup manusia, dan lingkungan yang berpengaruh terhadap kehidupan manusia;
  2. Geografi melihat penyebaran manusia dalam ruang, dan bagaimana ruang dengan segala sumberdayanya dimanfaatkan sesuai dengan tingkat teknologinya;
  3. Geografi melihat ciri khas suatu daerah sehingga persamaan dan perbedaan wilayah di permukaan bumi dapat dilihat dengan jelas.
  4. Dalam mempelajari suatu fenomena atau gejala geografi selalu mengkaitnya dengan unsur letak, jarak,penyebaran, interrelasi, gerakan dan regionalisasi.





                                               































Agar dapat menjelaskan setiap fenomena dengan baik, geografi membutuhkan ilmu-ilmu penunjang. Seperti dalam menjelaskan gejala yang bersifat fisikal, geografi memerlukan ilmu penunjang geologi (ilmu yang mempelajari kulit bumi); geo- morfologi ( ilmu yang mempelajari bentuklahan);ilmu tanah (ilmu yang mempelajari tanah); klimatologi dan meteorologi (ilmu.yang mempelajari iklim dan cuaca); hidrologi (ilmu yang mempelajari air daratan); oceanografi ( ilmu yang mempelajari lautan); biologi (ilmu yang mempelajari makhluk hidup).
Dalam menjelaskan gejala manusia ditunjang oleh sosiologi (ilmu yang mem- pelajari interaksi manusia), ekonomi ( ilmu yang mempelajari bagaimana manusia dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara maksimal dengan sumberdaya yang terbatas); politik ( ilmu yang mempelajari sistem politik); antropologi (ilmu yang mem-pelajari umat manusia secara fisik dan budaya); sejarah ( ilmu yang mempelajari peristiwa berdasarkan urutan waktu).
Berdasarkan bidang kajiannya itu; geografi terbagi atas 3 cabang ilmu yaitu :
1.      Geografi fisik mempelajari bentang lahan (landscape) yaitu bagian dari permukaan bumi yang dibentuk oleh interaksi dan interdependensi bentuk lahan, batuan, tanah, air, udara, hewan, tumbuhan dan manusia yang keseluruhannya membentuk suatu sistem. Cabang geografi fisik di antaranya geografi jzpah, biogeografi, geografi sumberdaya lahan dan sebagainya.
2.      Geografi manusia mempelajari manusia dalam ruang, termasuk di dalamnya jumlah penduduk, penyebaran penduduk, dinamika penduduk, aktivitas ekonomi, politik, sosial dan budayanya. Cabang geografi manusia tersebut di antaranya geografi penduduk, geografi ekonomi,geografi sosial, geografi budaya, geografi perkotaan, geografi pedesaan, geografi pemukiman.
3.      Geografi teknik mempelajari cara-cara memvisualkan dan menganalisis data dan informasi geografgi dalam bentuk peta, diagram, foto udara dan citra hasil pengginderaan jarak jauh.

Dalam menelaah setiap gejala di permukaan bumi, geografi tidak memilahkan aspek fisik dart manusia, tetapi selalu mema-dukan keduanya,aspek fisik dan manusia ditelaah secara terinteg-rasi. Perpaduan antara geografi fisik dan geografi manusia secara faktual dilapangan menghasilkan geografi regional. Regio-nal adalah geosfer ditelaah dengan mempergunakan pendekatan geografi. Sehingga regional adalah obyek formal dari ilmu geografi.
Kalau geologi mempelajari batuan,geomorfologi mempelajari bentuklahan, ilmu tanah mempelajari keadaan fisik tanah, klimatologi mempelajari iklim, meteorologi mempelajari cuaca. Semua itu menganalisis kebumian secara murni tanpa diintegrasikan dengan kehidupan manusia. Demikian pula ilmu politik, sosiologi, ekonomi dan demografi mempelajari manusia secara murni,maka geografi mempelajari kehidupan manusia dan kebumian secara terpadu.
Contoh dalam mempelajari penduduk, demografi membahas tentang jumlah, pertumbuhan,kepadatan dan penyebaran penduduk. Geografi mempelajari jumlah, pertumbuhan dan penyebaran penduduk dalam kaitannya dengan aspek fisikal,seperti mengapa di daerah dataran penduduknya lebih banyak bila dibandingkan dengan da-erah pegunungan, mengapa penduduk di daerah dataran cenderung menyebar secara- merata, sedangkan di pegunungan mengelompok, mengapa pertumbuhan penduduk di suatu wilayah tinggi atau rendah, faktor fisik dan sosial budaya apa yang berpengaruh dan sebagainya.
Contoh lain dalam mempelajari pertanian ahli agronomi mempelajari cara bercocok tanam, ahli ekonomi mempelajari biaya produksi, pengelolaan dan pemasaran, ahli geografi mempelajari lokasi berbagai jenis usaha tani di permukaan bumi, bagaimana kaitannya dengan aspek fisik seperti iklim, kemiringan lereng, ketinggian, tata air; aspek sosial seperti cara bertani, pene-rapan teknologi, modal, pemilikan lahan; kebijakan pemerintah dan adat istiadat dalam bercocok tanam.

3. Konsep-konsep geografi

Dalam mengkaji gejala atau peristiwa dalam ruang, geografi selalu mempergunakan konsep lokasi, hubungan timbal balik, gerakan dan pewilayahan.



1. Lokasi (location)
Lokasi adalah konsep geografi terpenting, karena lokasi dapat menunjukkanposisi suatu tempat, benda atau gejala di permukaan bumi. Lokasi dapat menjawab pertanyaan di mana (where) dan mengapa di s`ana (why is it there) tidak di tempat lain. Dalam kehidupan sehari-hari,kita selalu berhubungan dengan faktor lokasi, seperti seorang anak selalu kita tanya di mana sekolahmu?, di mana rumah mu?. di mana pasar?, di mana kantor kamu bekerja? clan sebagainya. Setelah kita mendapatkan jawabannya, biasanya kita berlanjut dengan pertanyaan sebelah mana?, jauhkan dari sini?, naik kendaraan apa?, dan berapa lama kalau jalan kaki, kalau naik sepeda atau angkutan kota?. Jawabannya itu tentu saja akan berbeda, yang pasti pertanyaan tersebut akan berkenaan dengan lokasi baik lokasi absolut clan lokasi relatif.
Lokasi adalah posisi suatu tempat, benda, peistiwa atau gejala di permukaan bumi dalam hubungannya dengan tempat, benda, gejala, peristiwa lain. Ada dua komponen lokasi yaitu arah dan jarak. Arah menunjukan posisi suatu tempat bila dibandingkan dengan tempat di mana kita berada. Sedangkan jarak adalah ukurannya jauh atau dekatnya dua benda/gejala tersebut. Contoh Bandung terletak sebelah selatan Jakarta, arah tersebut akan berbeda kalau sipenanya berada di Serang misalnya, Jakarta menjadi sebelah timur. Contoh lain adalah istilah Timur Tengah. Timur Tengah adalah sebutan negara Arab bagi orang Eropa, kita yang berada di sebelah timur Arab tentu saja harus-menyebutnya sebagai daerah Barat Tengah.Jadi arah suatu tempat bersifat relatif, demikian pula dengan istilah dekat atau jauh, besar atau kecil, cepat atau lambat, yang pasti arah dan jarak akan menentukan intensitas hubungan dua tempat.
Ada dua macam lokasi yaitu lokasi absolut dan lokasi relatif. Lokasi absolutadalah posisi sesuatu berdasarkan koordinat garis lintang dan garis bujur. Misalnya Indonesia ter-letak di antara 7° LU sampai ll° LS dan antara 95° BT sampai 141° BT.Pontinanak terletak pada 0° dan 109,3° BT.
Lokasi absolut ini mutlak adanya dan dapat dipercaya karena massa daratan relatif tetap, perubahannya kecil sekali dan ber-laku umum di seluruh dunia. Melalui lokasi absolut kita dapat mengetahui jarak dan arah suatu tempat ke tempat lain di permukaan bumi. Dengan bantuan garis lintang kita dapat menggambarkan kondisi iklim suatu daerah, berarti dapat diperkirakan kehidupan tumbuhan, hewan dan penduduknya secara lebih rinci. Seperti Indonesia terletak di daerah iklim tropis, berarti vegetasinya bersifat heterogen, selalu menghijau, kehidupan hewannya beragam,penduduknya termasuk ras mongoloid, sebagian besar penduduknya hidup dalam bidang pertanian clan sebagainya. Dengan demikian mengetahui lokasi suatu tempat berdasarkan garis lintang kita akan memperoleh gambaran tentang iklim, kehidupan tumbuhan, hewan dan manusianya. Garis bujur akan mempengaruhi perbedaan waktu, berarti mengetahui posisi suatu tempat menurut garis bujur akan tahu kapan suatu akativitas maksimal dilaksanakan. Contoh di Inggris pada pukul I pagi orang-orang masih tidur, tapi di Indonesia bagian barat pada waktu yang sama berarti sudah pukul 8 pagi (GMT + 7 jam), berarti aktivitas manusia sudah berlangsung. Orang Inggris sudah dapat berhubungan bisnis dengan orang Indonesia. Dengan demikian dalam melakukan hubungan dengan orang lain yang berbeda negara dan posisi garis bujurnya, harus betul-betul diperhitungkan agar tidak menimbulkan salah pengertian.
Lokasi relatif adalah posisi sesuatu berdasarkan kondisi clan situasi daerah sekitarnya. Kondisi dan situasi di sini dapat berupa kondisi fisik, sosial, ekonomi, budaya dan keberadaan transportasi dengan daerah sekitarnya. Seperti Indonesia terletak di antara dua samudera dan dua benua, dilalui oleh dua jalur pegunungan dunia. Secara sosial"budaya Indoesia merupakan tempat yang strategis karena berada di daerah pesilangan antara dua budaya yang berbeda yaitu Asia dan Australia. Kedua benua tersebut mempunyai kondisi fisik dan corak kehidupan yang berbeda.
Antara Bandung dengan Jakarta jaraknya 140 km, dahulu jarak tempuh Bandung - Jakarta naik bus mencapai 5 jam, sekarang dengan adanya jalan tol Cikampek dapat dijangkau hanya 3 jam saja dengan kendaraan yang sama. waktu tempuh tersebut akan berbeda kalau kita mempergunakan jalan Sukabumi, Cianjur atau melalui Serang lebih dulu. Waktu tempuh Bandung - Jakarta akan berbeda pula kalau naik KA atau pesawat terbang. Bahkan kalau kita mempergunakan telepon untuk berhubungan dengan orang di Jakarta, rasanya sudah tidak punya waktu tempuh lagi. Berarti semakin lengkap sarana clan prasarana komunikasi dan transportasi seolah-olah semakin dekat jarak antara dua tempat, sehingga hubungan dan pengaruh (baik positif maupun negatif) akan semakin intensif. Sebaliknya walaupun dua tempat jarak absolutnya re-latif dekat, tapi kalau transportasi dan komunikasinya tidak ada atau terbatas, akan semakin lama dan terbatas hubungan yang dapat dijalin. Sekarang dengan semakin majunya teknologi ko-munikasi dan transportasi di dunia, jarak bukan lagi masalah tempat-tempat di dunia terasa semakin dekat, menyatu, dan trans-paran, semua itu dikenal dengan era globalisasi. Melalui lokasi relatif ini kita dapat mengungkapkan ciri suatu tempat secara lebih luas lagi dan bagaimana hubungan serta pola gerakannya.

2. Tempat (place)
Tempat dapat mencerminkan karakter fisik dan sosial suatu daerah. Suatu tempat dibentuk oleh karakter fisik ( seperti iklim, jenis tanah, tata air, morfologi, flora dan fauna) dan manusia yang hidup di dalamnya ( seperti jumlah penduduk, kepadatan, perkembangan penduduk, pendidikan, pendapatan dan kebudayaannya).
Nama tempat dapat mencerminkan kondisi atau identitas suatu daerah secara spesifik. Nama tempat sesuai dengan konsensus seperti gunung, teluk, selat, danau dan sebagainya. Kalaua kita menyebut nama gunung atau teluk sudah terbayangkan bagaimana kondisi alam dan manusianya. Tempat juga dapat mencerminkan kondisi umum berdasarkan prinsip kesamaan fisik atau manusianya, seperti gurun, plato, dataran, pertanian hortikultura, perkebunan, hutan, pedesaan, metropolitan dan sebagainya. Tempat dapat diformulasikan untuk memberikan suatu pengertian tentang bentuk-lahan dan aktivitas manusia di permukaan bumi, seperti Bandung, Jakarta, Cilegon, Tasikmalaya, Biak dan sebagainya.
Semua tempat di permukaan bumi mempunyai karakteristik tertentu. Karakteristik atau ciri khas suatu tempat itu dapat tampak dengan jelas atau dapat pula tidak, yang pasti setiap unsur yang ada di tempat itu dapat memberikan karakter tertentu sehingga dapat dibedakan dari daerah lainnya. Datam menggambarkan atau mengkaji suatu tempat umumnya geografi melihat karakteristik fisik dan manusianya
1.      karakteristik fisik berasal dari proses-proses yang bersifat alami, seperti proses geologis,   hidrologis, atmosfiris dan biologis yang menghasilkan bentuk lahan, tata air, iklim, tanah, vegetasi alami dan kehidupan faunanya.
2.      karakteristik manusia adalah semua bentuk pemikiran dan aktivitas manusia sebagai cerminan adaptasi manusia terhadap lingkungannya.Termasuk di dalamnya jumlah clan komposisi penduduk, perkembangan penduduk, mata pencaharian pola pemukiman, jaringan transportasi dan komunikasi sebagai cerminan interaksi manusia dengan sesamanya.
Suatu tempat juga dapat dibedakan dari yang lainnya dari segi ideologi,
agama, bahasa dan aktivitas politik.
Dalam mengkaji suatu tempat kita dapat melihatnya dari dua aspek yaitu site dan sitimsi. Site berkenaan dengan kondisi internal suatu tempat atau daerah, seperti iklimnya, keadaan tanah, topografi, penduduknya clan segala sumberdaya yng
terkandung di dalamn-va Situai a.-ialah kondisi ekternal suatu tempat, atau kondisi
suatu tempat bila dibandingkan dengan daerah lainnya.
Contoh Bandung, mempunyai kondisi internal iklimnya sejuk, morfologi dataran tinggi, jenis tanah vulkanis, kehidupan flora dan fauna tertentu jumlah penduduk, kepadatan, mata pencaharian, perkembangan penduduk, tingkat pendidikan, pendapatan, dan kebudayaannya tertentu pula yang berbeda dengan daerah lain seperti Bogor, Jakarta, Tasik, Surabaya dan sebagainya. Kondisi ekternal Bandung, berarti kita melihat flngsi dan peranan Bandung bagi daerah sekitarnya mulai dari yang paling dekat sampai yang terjauh. Seperti mulai dari Kab. Bandung sampai kepada dunia secara international.

3. Hubungan timbal balik (intrelasi)
Setiap gejala di permukaan bumi ini, pada dasamya adalah hasil hubungan timbal batik antara berbagai faktor. Hubungan ini dapat berupa antar faktor fisik, faktor fisik dengan manusia dan antar faktor manusia. Contoh hubungan antar faktor fisik : ketinggian tempat dengan iklim mikro; kemiringan lereng dengan erosi; kesuburan lahan dengan jenis batun; ketersedian air tanah dengan curah hujan, jenis tanah, vegetasi penutup lahan, kemiringan lereng dan organsime hidup di atas lahan. Hubungan antara faktor fisik dengan manusia pemusatan penduduk di daerah subur dan dataran; kesuburan lahan dan iklim dengan jenis usaha tani; bentuk lahan dengan pola jalan. Contoh hubungan antara faktor manusia, manusia adalah individu yang serba tergantung terhadap individu lain, tidak ada manusia yang dapat hidup dan memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri penuh; ketergantungan ini tercermin dari adanya masyarakat, perdagangan, transportasi, komunikasi,berbagai organsisasi sosial, politik, kebudayaan dan sebagainya.
Manusia selalu bersifat diamis, balk dilihat dari jumlahnya maupun kualitasnya. Melalui penguasaan ilmu clan teknologi itu manusia dapat beradaptasi dengan alam, dan berusaha merubah atau memodifikasi alam agar menjadi tempat yang sesuai dengan hidupnya. Perbuatan manusia itu menimbulkan berbagai dampak, baik dampak positif maupun negatif, baik yang dikehendaki maupun tidak dikehendaki Seperti penggundulan hutan dapat menumbulkan banjir, industri dapat menimbulkan pencemaran udara, tanah dan air; penggalian tambang yang berlebihan dapat menimbulkan kerusakan lingkungan. Dampak tersebut termasuk dampak negatif yang tidak dikehendaki. Contoh dampak positif yang dikehendaki misalnya irigasi untuk pengairan pertanian,industri dapat me-ningkatkan daya dukung lahan; pemanfaatan sinar matahari untuk sumber energi dan pertanian (greenhouse).

 4. Gerakan (movement)
Setiap gejala di permukaan bumi mengalami gerakan. Gerakan obyek atau gejala yang tampak jelas misalnya gerakan awan, air mengalir,angin, batuan dan tanah oleh manusia, gerakan barang,orang melakukan kerja, gerakan arus laut oleh angin dan sebagainya.Gerakan yang tidak tampak misalnya gerakan panas dari lintang rendah (ekuator) ke lintang tinggi, gerakan informasi, ide atau gagasan. Gerakan ini menunjukkan adanya interaksi (an-tar akibat) antara satu obyek ke obyek lain antara satu tempat ke ke tempat lain.
Gerakan ini menjadi kajian geografi untuk dapat memahami bagaimana latar belakang terjadinya suatu gejala atau fenomena di permukaan bumi clan dampaknya terhadap gejala atau fenomena lain. Contoh : terjadinya berbagai macam usaha tani sebagai akibat dari adanya berbedaan iklim; perbedaan iklim disebabkan oleh adanya sirkulasi udara secara global di atmosfer. Tinggi rendahnya permukaan bumi akibat adanya gerakan lempeng benua clan sarnudera; gerakan kempeng juga dapat menyebabkan terjadinya gunung api, lipatan, patahan, gempa dan runtuhan. Perbedaan biota laut disebabkan oleh gerakan arus laut akibat perbedaam suhu dan kedalaman. Tumbuhan bergerak secara alami misalnya oleh air dan angin atau hasil campur tangan manusia.
Gerakan manusia tampak jelas dari semakin padatnya jalur transportasi clan komunikasi yang mengubungkan berbagai tempat di permukaan bumi. Adanya globalisasi peradaban dunia merupakan suatu bukti kemajuan di bidang transportasi dan komunikasi, sehingga dunia demikian transparan, faktor jarak clan waktu bukan lagi suatu masalah. Setiap hari bahkan setiap menit orang dapat berkomunikasi dengan tempat lain di dunia. Dalam sekala besar, perdagangan internasional menunjukkan bahwa tidak ada negara yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri. Dalam bidang-bidang tertentu satu sama lain saling ketergantungan.
Geografi melalui geografi transportasi, membantu menjelaskan berbagai pola gerakan fisik manusia, gagasan dan barang, penjalaran atau difusi dari teknologi transportasi. Berbagai sistem transportasi dianalisis perkembangannya dan dampaknya, memberikan berbagai alternatif rute-rute transportasi agar lebih efisien. Menganalisis pengaruh clan peranan transportasi bagi kehidupan manusia, faktor-faktor geografis apa yang mendukung clan menghambat perkembangan transportasi clan komunikasi.

5. Pewilayahan (Regionalisasi)
Tema yang paling mendasar dari studi geografi adalah region, adapun kajian utamanya adalah berbagai bentuk region dan perubahannya. Regionalisasi pada dasarnya adalah pengumpulan clan pengklasifikasian atau pengelompokkan data ke dalam data yang sejenis. Dari pengelompokkan tersebut maka akan tampak daerah yang menunjukkan persamaan dan perbedaan. Kesatuan daerah yang menunjukkan karakteristik tertentu sehingga dapat dibedakan dari daerah lainnya disebut region. Karakteristik atau ciri khas suatu tempat itu dapat berupa karakteristik aspek fisik, manu-sia. atau gabungan keduanya. Banyak cara untuk menentukan region tergantung kepada kriteria apa yang akan dipergunakan (fisik, sosial, aktivitas ekonomi, budaya, politik, bahasa, agama, etnik dan sebagainya). Ruang lingkup atau cakupan region pun dapat Was seperti meliputi desa, kota, desa, kabupaten, propinsi, negara, atau himpunan-himpunan intemasional.



BAB II
SEJARAH PERKEMBANGAN GEOGRAFI REGIONAL

1. Munculnya Geografi Regional
            Dualisme paradigma geografi masih tetap berlangsung. Fisis determinis, posibelis dan probabilis dalam geografi masih berlaku. Karena memang dominasi alam atau manusiakah di suatu tempat , sangat relatif. Pada tempat tertentu alam masih mendominasi kehidupan manusia, dan di tempat lain manusia sudah mampu memodifikasi alam melalui teknologinya. Pada batas-batas tertentu pula, dimana ada gejala alam yang belum dapat dikuasai oleh teknologi manusia. Sehingga dominasi keduanya jadi sangat relatif tergantung pada ruang dan waktu.
            Dualisme lain yang muncul dalam geografi adalah masalah metode yang diterapkan dalam geografi fisikal dan manusia. Ada para ahli yang masih membuat batas yang jelas antara ruang lingkup geografi fisikal dan manusia. Mereka beranggapan bahwa metode induktif untuk memperoleh kesimpulan umum dalam geografi fisikal tidak cocok diterapkan dalam geografi manusia. Generalisasi dalam kelompok manusia dibatasi oleh ruang dan waktu serta bersifat sangat dinamis. Probabilitas atau kebolehjadian adalah suatu kemungkinan besar dalam menelaah manusia daripada suatu kepastian. Dalam geografi fisikal, unsur kepastian mungkin dapat berlaku dalam setiap fenomena. Karena sifatnya yang relatif tepat bila dibandingkan dengan manusia.
            Para ahli geografi mutahir , banyak yang berpendapat bahwa problem solving yaitu orientasi utama pada pemecahan masalah merupakan cara yang terbaik, di mana didalamnya tidak lagi memilahkan antara aspek fisikal dengan manusia.
            Bernard Varenius (1622-1650) yang bukunya berjudul Geographia Generalis dipublikasikan di Amsterdam pada tahun 1650 merupakan ahli pertama yang mengusulkan perbedaan mendasar dari sifat geografi manusia dan geografi fisikal. Geographia Generalis terdiri dari 3 bagian :
1.      bagian yang absolut atau terrestial, yang menggambarkan bentuk dan luas dari bumi, geografi fisik dan benua, lautan dan atmosfer;
2.      bagian yang relatif atau kosmik yang menyelusuri tentang hubungan antara bumi dengan benda langit, terutama matahari yang berpengaruh kepada iklim dunia;
3.      bagian komparatif yang membahas tentang lokasi dari tempat-tempat yang berbeda dalam hubungannya satu sama lain dari prinsip-prinsip navigasi.
            Varenius mengemukakan tentang geografi spesial, yaitu yang mendeskripsikan tempat-tempat tertentu yang didasarkan atas :
1.      kondisi celestial yaitu iklim dan zone iklim;
2.      kondisi terestial dengan deskripsi tentang relief, vegetasi dan fauna;
3.      kondisi manusia termasuk perdagangannya, pemukiman dan bentuk pemerintahan dari setiap negara.
            Ada 2 kontribusi utama dari Varenius berkenaan dengan perkembangan geografi, salah satunya adalah membagi geografi atas geografi generalis dan geografi spesialis, atau geografi sistematis dan geografi regional. Geografia Generalis membahas bumi sebagai unit-unit fisikal yang ditelusuri melalui dalil-dalil ilmu alamiah. Geografi spesialis terutama mendeskripsikan negara-negara dam region-region dunia yang sulit ditentukan menurut dalil atau teori alam. Preston James (1972) menunjukkan bahwa bagian dari general (sistematik) dan spesial (region) dari Varenius saling melengkapi satu sama lain, dan Varenius melihat bahwa geografi spesialis dan general merupakan saling tergantung satu sama lain. Sejak saat itulah istilah geografi regional banyak dipergunakan oleh para ahli dalam mendeskripsikan keadaan alam dan kehidupan manusia di suatu tempat.

2. Faham Geografi Regional di Perancis
            Paul Vidal de La Blache (1848-1919) dianggap sebagai peletak geografi modern Perancis. Ia melihat kelemahan faham fisis determinis lingkungan karena adanya faktor yang dominan yaitu lingkungan alam terhadap faktor manusia.
            Ia berpendapat kurang cocoknya menangani hubungan ini melalui jalur sistematik untuk mendapatkan dalil tentang hubungan timbal balik antara manusia dengan alam.
            Menurut Vidal de la Blache, tidaklah masuk akal menarik garis pemisah antara gejala alam dan gejala budaya, keduanya harus dianggap satu unit yang tidak dipisahkan. Di suatu wilayah pemukiman, alam berubah dengan jelas karena keberadaan manusia dan perubahan makin besar jika budaya material masyarakatnya tinggi.
            Kehidupan binatang dan tumbuhan liar berubah di segala penjuru dunia. Misalnya di Perancis binatang dan tumbuhan liar yang ada sekarang jauh berbeda dari beberapa abad yang lalu, sebagai akibat semakin berkembangnya aktivitas manusia.
            Semakin tidak mungkin mempelajari landscape alami terpisah dari landscape budaya. Setiap masyarakat akan menyesuaikan dirinya dengan kondisi lingkungan dengan caranya sendiri. Berbekal pengalaman dan kemampuan belajar, manusia senantiasa menyesuaikan diri dengan alam. Modifikasi alam merupakan cerminan perkembangan manusia selama berabad-abad. Setiap masyarakat sekecil apapun anggotanya memiliki karakteristik sendiri yang berbeda dan tidak bisa ditemukan di tempat lain, bahkan di tempat-tempat yang kondisi alamnya sama seringkali adaptasi mereka berbeda. Sehingga hubungan itu begitu erat sehingga sulit dipisahkan pengaruh alam terhadap manusia, dan pengaruh manusia terhadap alam. Keduanya saling melebur (bercampur).
            Dalam wilayah yang terjadi jalinan erat antara manusia dan alamnya yang berlangsung selama berabad-abad membentuk sebuah region. Studi region demikian merupakan tugas geografi, karenanya Vidal menyarankan bahwa geografi regional merupakan inti dari bidang studi geografi.
            Di atas telah dijelaskan bahwa Vidal de la Blache adalah pendiri geografi regional, ia pula memberikan petunjuk tentang metode yang dipergunakan dalam studi regional. Walaupun petunjuk dan saran ini banyak yang diabaikan oleh ahli geografi Inggris. Di Jerman dan Perancis sampai sekarang, geografi regional dianggap sebagai inti geografi, kontribusi geografi terhadap pengembangan wilayah sangat besar.

3. Faham Geografi Regional di Jerman
            Dalam aliran Jerman sudah lama ada kebiasaan untuk mengklasifikasikan dan mensistematisasikan metode dan pendekatan geografi. Seperti yang dilakukan oleh Fochler-Haube dalam bukunya Geographie (1959) meninjau kembali beberapa pendekatan geografi regional.
            Land dan landscaft dalam Bahasa Jerman diterjemahkan menjadi region, tetapi land adalah unit yang pasti batas administrasinya. Seperti daerah atau negara yang didefinisikan oleh batas-batas administrasi yang pasti dan jelas. Landerkunde adalah cara untuk mendeskripsikan unit yang pasti itu, misalnya yang dibuat oleh Demangeon dalam bukunya Picardie menjelaskan tentang monografi regional. Landscape dalam Bahasa Inggris memiliki pengertian bentang alam.
            Sebuah landscaft dapat berupa unit spesifik atau bentuk sebuah wilayah. Landscaftkunde menelaah wilayah unik yang terbatas. Menurut Hamuberg, landscaftkunde harus masuk kedalam cabang ilmu geografi sistematik (geografi yang bersifat topikal seperti geografi penduduk, geografi tanah, geografi perkotaan, geografi pedesaan, dan sebagainya), sedangkan landerkunde termasuk geografi regional. Berdasarkan hal tersebut, Fochler-Hauke mengemukakan 5 pendekatan dari landscaftkunde yaitu : landscape morphology, landscape ecology, landscape chronology, regionalisme dan landscape classification (systematisation). Landscape morphology, landscape ecology dan landscape chronology memiliki 3 pendekatan yang berbeda dalam studi region.
            Menurut Fochler-Hauke, geografi regional Perancis sama dengan landscape chronology yang menelaah perkembangan region dari masa ke masa, katagori yang yang sama adalah tipe geografi regional yang berkembang pada masa antara 2 perang dunia yang dikemukakan oleh Dirvent Whittlesay sebagai sequent accupance yaitu yang menelaah tentang setiap budaya masyarakat dalam memanfaatkan region dengan caranya sendiri. Pendapat ini berlandaskan pada kenyataan, adanya perubahan besar pada region-region yang asalnya dihuni orang Indian, kemudian diambil alih orang Eropa yang budayanya sudah tinggi. Di Benua Eropa sendiri terjadi perubahan besar dari lahan yang dominasinya pertanian menjadi industri. Sequent accupance menekankan tahap-tahap perkembangan dari pemanfaatan alam dalam suatu wilayah. Studi ini dilakukan berbeda dengan Vidal de la Blache yang hanya mendiferensiasi wilayah secara lokal sebagai akibat hubungan timbal balik antara manusia dan alamnya yang terus menerus dan tidak berubah selama berabad-abad. Jadi sequent accupance memiliki arti betapa mudahnya sifat-sifat regional berubah.
            Konsep landscape ecology menggantikan pendekatan fungsional dari geografi regional. Pendekatan fungsional timbul untuk mempelajari hubungan timbal balik antara daerah pusat (center place) dengan hinterlandnya. Tema ini berkembang menjadi region fungsional atau region pusat (centred region). Landscape ecology juga menelaah tentang hubungan timbal balik yang terjadi di dalam sebuah region, seperti transportasi misalnya. Jadi pendekatan fungsional tidak membatasi telaahnya kepada centred region, walaupun tetap merupakan tema yang penting dalam geografi pada masa sekarang. Landscape ecology juga mempelajari hubungan timbal balik diantara faktor-faktor dalam ekosistem apakah itu didominasi oleh manusia atau oleh alam.
            Landscape morfology adalah bentuk geografi regional yang khusus berkembang di Jerman di antara PD I dan PD II. Otto Schluter lah yang sangat berperan dalam perkembangannya. Menurutnya, geografer harus menentukan bentuk dan gejala keruangan yang disebabkan gejala yang tampak, dapat dilihat di permukaan bumi dan menjadi sentral. Semua sifat manusia yang non material (keadaan sosial, ekonomi, rasial, psikologi dan politik) dikecualikan dalam studinya. Sebaliknya, Jean Brunhes mengatakan bahwa dalam analisis landscape terdapat sifat-sifat yang saling pengaruh mempengaruhi antara gejala-gejala yang dapat dilihat dengan yang tak dapat dilihat (non material) itu. Landscape yang tampak itu dapat hasil dari kekuatanalam ataupun manifestasi dari karya manusia.

4. Faham Geografi Regional di Inggris
            Di Inggris studi regional memiliki 3 konotasi :
1.      Studi regional yang mendeskripsikan segmen-segmen dari permukaan bumi, jadi sama dengan landerkunde;
2.      Ada studi regional yang berusaha membagi muka bumi menjadi bagian-bagian, bagian yang mempunyai sifat seragam (homogenous) ataupun yang mempunyai kaitan fungsional. Proses perwilayahan ini disebut regionalisasi;
3.      Studi regional yang dapat diartikan sebagai spesialisasi regional yaitu jika seorang geograf selama hidupnya hanya meneliti aspek-aspek yang berbeda saja dari beberapa bagian bumi.
            Studi regional di Inggris banyak dipengaruhi oleh Vidal de la Blache.




5. Kedudukan Geografi Regional Masa Kini
            Geografi sering disebut sebagai “parent of all sciences” karena termasuk ilmu yang paling tua, termasuk di dalamnya  adalah geografi regional sebagai integrasi dari ilmu geografi sistematis.
            Seperti telah dibahas di bagian depan, bahwa ada beberapa ahli geografi yang memilahkan geografi sistematis dengan geografi regional sebagai dua cabang ilmu geografi. Sekarang geografi lebih banyak mempergunakan pendekatan terpadu yang mengintegrasikan geografi fisikal, geografi manusia dan geografi teknik. Konsep keruangan dari region merupakan dasar pemersatu cabang ilmu geografi, dan regional merupakan integrasi dari cabang-cabang ilmu geografi di lapangan.
FAKTA
TEORI
LOGIC
Geografi regional
Geografi sistematik
-    Geografi fisik
-    Geografi ekonomi
-    Geografi penduduk
-    Geografi politik
-    Geografi sosial
-    Geografi budaya
dan sebagainya
Memvisualkan data
-     Kartografi
-     Chart
-     Gambar
-     Bagan
-     Kalimat
-     Foto udara
    dan sebagainya

Gambar 4 : Bagan interaksi antara fakta, teori dan logic dalam geografi.

            Morvell menjelaskan tentang perkembangan teori-teori, dan prinsip-prinsip dari interaksi manusia dengan lingkungan, serta organisasi keruangan yang menimbulkan pengelompokan besar dari proses alam dan proses manusia. Semua itu banyak dibahas dalam geografi topikal atau sistematis. Contoh, seorang geograf politik (political geography) akan mempelajari konsep-konsep dan prinsip politik-spatial yang terdapat di seluruh dunia. Untuk dapat mengelompokannya dalam bentuk region-region, ia harus mempelajari batas-batas geografis seperti kondisi alamnya, evolusi batas negara, perkembangan budaya, dan kehidupan penduduknya. Berarti ia mempergunakan teori-teori yang ada dalam geografi sistematis untuk mendapatkan data yang menyeluruh, berarti ia sudah mempergunakan survei regional.
            Terdapat pertalian yang erat antara geografi regional dan geografi sistematik, atau dapat dikatakan bahwa geografi regional adalah integrasi dari teori-teori yang dikembangkan dalam geografi sistematik. Untuk lebih jelasnya mengenai kaitan antara geografi regional dengan geografi sistematik dalam suatu wilayah tertentu dapat dilihat pada Gambar 5.
            Model yang paling memadai dikembangkan oleh Nevin Fenneman (1919). Ia melihat geografi regional sebagai tema pemersatu yang terletak di pusat  dan mengintegrasikan berbagai sub bidang studi geografi sistematik yang berada melingkari geografi regional yang juga sub geografi sistematik ini bersentuhan dengan disiplin ilmu lainnya, seperti geografi politik dengan ilmu politik,  geografi ekonomi dengan ilmu ekonomi, geografi penduduk dengan demografi dan sebagainya








BAB III
REGIONAL DAN REGIONALISASI
1. Pengertian Regional dan Geografi Regional
Dinamika adalah sifat dari kehidupan, temasuk ilmu pengetahuan. Perkembangan materi, ruang lingkup, metode dan analisis merupakan bagian dari perkembangan pemikiran manusia untuk mencari suatu kebenaran secara ilmiah. Geografi sebagai bidang ilmu yang berkaitan, dengan kehidupan manusia dan dalam analisisnya menyentuh berbagai bidang ilmu lainnya, maka dalam menganalisis fakta secara total memerlukan integritas semua cabang ilmu geografi. Dalam hal ini Geografi regional menduduki peranan yang sangat strategis. Karena memang gejala dan fenomena yang ada di permukaan bumi pada dasarnya selalu saling terkait dan dalam pemecahannya memerlukan integritas berbagai bidang ilmu. Pemahaman akan keterkaitan gejala-gejala di permukaan bumi di suatu wilayah tertentu merupakan inti dari geografi. Dalam mengapresiasikan tempat, beberapa pendekatan dapat dipergunakan tetapi semuanya harus bersifat korologis, karena itu adalah ciri khas dari disiplin ilmu geografi. Geografi regional sangatlah memadai untuk hal tersebut. Geografi regional mengapresiasikan gejala secara total, dimana gejala itu memberikan ciri yang khas baik yang menyangkut kualitas maupun kuantitasnya sendiri
Region merupakan konsep dasar yang penting dalam geografi, beberapa akhli geografi mendefinisikan regian sebagai berikut :

- James and Wittlesey : a Region is an area of any size, homogenous in term of spesific criteria and distinguishes form bordering area by a particular kind of association of areally related feature and therefore pocessing some kind of internal cohessive
- Hartshorne : a Region is an area of specific location which is in some way distinctive form other areas and which extends as far as that distinction extends
- Hagget : a Region is any tract on the earths surface with characteristic, either natural or man made that make it different form areas that sorround it.


- Bintarto : sebagian permukaan bumi yang dapat dibedakan dalam hal-hal tertentu dari wilayah sekitarnya.
Dari keempat definisi itu tampak bahwa suatu wilayah disebut region jika memiliki karakteristik tersendiri yang dapat dibedakan dari wilayah disekelilingnya. Wilayah itu mempunyai kohesif atau keterkaitan secara internal dalam unsur-unsur tertentu yang tidak dimiliki oleh wilayah luarnya (ekternal). Hanya Hagget yang memberikan arah tentang unsur yang menjadi karakter atau ciri region itu yaitu dapat berupa unsur fisik atau pun yang dibuat oleh manusia.
Menurut Johnston, geografi regional pada dasarnya adalah studi tentang wilayah di permukaan bumi dengan mempergunakan analisis perbedaan wilayah (areal differentiation) dan persamaan wilayah (areal likenesses). Paterson menjelaskan bahwa tujuan dari studi ini adalah mengkaji situasi-situasi yang spesifik dari lokasi suatu tempat. Pendekatan keruangan merupakan ciri utama dalam geografi regional. Pengertian ruang dalam geografi mengandung pengertian integrasi dari atmosfer, lithosfer, hidrosfer dan biosfer yang hidup didalamnya termasuk manusia. Manusia sebagai perpaduan antara ratio atau akal dan budaya yang melahirkan teknologi serta keimanan, menghasilkan pola-pola ter-sendiri dalarri memanfaatkan alam lingkungan sekitarnya. Sehingga melahirkan satu keunikan wilayah ( areal uniquenss) yang dapat dibedakan dari wilayah lainnya.
Geografi regional mengkaji kondisi-kondisi faktual yang menekankan pada tempat-tempat tertentu secara terintegrasi. Akibat dari kondisi fisikal dan manusia yang saling berintegrasi tersebut menghasilkan cara hidup yang khas yang oleh Vidal disebut dengan pays.
Selanjutnya Gergory dan Gualke menjelaskan bahwa geografi regional merupakan disiplin ilmu yang korelatif atau terintegrasi ( correlative disicline) secara fungsional tempat-tempat di permukaan bumi. Schaefer's mengatakan bahwa geografi regional merupakan ilmu keruangan secara formal, sebagai satu rangkaian perubahan pandangan geografi dari nomotetik (memperhatikan hal-hal yang bersifat umum dan universal) ke idiografik (memperhatikan hal-hal yang khusus dan unik). Dari pandangan idiografik inilah melahirkan ilmu wilayah.

2. Jenis Region
Telah dijelaskan di atas, bahwa region adalah suatu wilayah yang mempenyai kesamaan. Kesamaan ini dapat dilihat dari unsur fisikal, unsur manusia maupun gambungan antara keduanya.
Wittlesay mengemukakan unit-unit region dapat dibentuk oleh:
          l.  Knampakan tunggal misalnya; iklim saja, tanah saja, sehingga menunjukkan areal saja.
          2. Multiple feature region : region yang menunjukkan kenampakkan majemuk, seperti gabungan antara jenis tanah dengan tumbuhan, tumbuhan denegan budaya bercocok tanam.
          3. Region total atau compage : terdiri dari banyak unsur, atau gabungan antara unsure fisik dan manusianya, seperti propinsi, negara, atau kawasan tertentu. Bintarto mengemukakan bahwa region dapat dilihat dari :
          1.  a. keseragaman atau kesamaan, dalam kriteria tertentu disebut region uniform;
              b. wilayah dalam banyak hal diatur oleh beberapa pusat kegiatan yang saling berhubungan dengan garis melingkar disebut nodal region
          2.  a. generic region, klasifikasi wilayah yang terutama menekankan pada jenisnya, fungsinya diabaikan;
              b. specific region, klasifikasi wilayah berdasarkan kekhusussannya merupakan daerah tunggal mempunyai ciri-ciri geografi yang khusus.
          3. Wilayah yang dalam klasifikasinya menggunakan metode statististik deskripstif.
Stephen L.J Smith menjelaskan bahwa region ada beberapa jenis yaitu :
1. Region a priori yaitu region yang dibuat tidak berdasarkan regionalisasi secara metodologis, jadi unsur kesamaannya dibentuk oleh pandangan yang bersifat individul atau kepentingan tertentu seperti unsur politik, kebiasaan setempat atau keuntungan-keuntungan lainnya secara sepihak.
2. Region formal atau regional homogeniouns : region yang dibentuk karena adanya kesamaan kenampakan secara internal;
3. Regional fungsional : region yang dibetuk oleh tinggi atau rendahnya derajat interaksi antar tempat di permukaan bumi.
Jika melihat berbagai klasifikasi di atas, terlihat bahwa region formal dan region fungsional merupakan regionalisasi yang sangat penting dan umum dipergunakan.
Walaupun demikian terdapat tipe region lain yang tidak termasuk keduanya yaitu tipe region yang dikembangkan di Amerika Serikat yaitu Vernacular region atau lebih populer lagi Perceived region yaitu regionalisasi berdasarkan persepsi individual seperti South, West, Midwest dan Sunbelt. Regionalisasi ini tidak mempergunakan kriteria yang jelas atau tidak mempergunakan kriteria yang umum, hanya persepsi seseorang atau sekelompok orang saja. Karena arah barat, timur, selatan atau tengah sangat relatif tergantung pada posisi orang yang melihatnya.Untuk lebih jelasnya, regionalisasi berdasarkan persepsi ini dapat dilihat pada gambar di bawah ini
 















a. Region uniform atau formal
 Sekurang-kurangnya ada 2 tipe berbeda dari region yang digunakan akhli-akhli geografi dalam mengklasifikasikan permukaan bumi pertama disebut region uniform formal atau region statis.
Region uniform yaitu region yang dibentuk oleh adanya kesamaan kenampakan, termasuk iklim, vegetasi, tanah, landform, pertanian atau penggunaan lahan lain. Region demikian bisa ditandai dengan bentuk-bentuk kenampakan lahan dengan pola umum dari aktivitas pertanian, industri, permukiman, perkebunan, atau bentuk lahan lain yang relatif tetap. Seperti Basin sungai yang dibatasi oleh daerah alirannya.
Di kota besar daerah CBD (Central Bussness District), zone permukiman, zone pinggiran kota juga merupakan region formal .
Makin banyak kita menggunakan kriteria untuk menandai region-region makin sulit bagi kita untuk mencapai kepuasan dalam mendefinisikan batas region itu (misalnya dalam mengklasifikasikan iklim bukan hanya curah hujan dan suhu, tapi juga kelembaban, angin dan sebagainya) karena kota akan menghadapi masalah pelik dalam mengkombinasikan data itu. Karena itu pilihlah unsur-unsur tertentu sesuai dengan tujuan pembutan region, tapi pengkriteriaannya tetap dilakukan secara ilmiah.
Pada awal abad ke 20 beberapa akhli geografi sangat berminat terhadap gagasan region alami yang membedakannya dari unit-unit politik dan benua-benua yang merupakan dasar dari pengorganisasi informasi. Pada tahun 1905, A. J. Herbertson menekankan bahwa region alami harus memiliki gambaran kesatuan tertentu, seperti misalnya landform, iklim dan vegetasi. Langkah pertarna dari Herbertson adalah membedakan 6 tipe utama lingkungarHisikal yang didasarkan atas 4 subtipe yang didasarkan atas relief utama dan hujan musiman, Region alami karenanya dibatasi sebagai wilayah dari setiap tipe lingkungan alam yang menyebar di daerah dataran rendah ekuatorial, gurun tropik, dataran rendah sedang sejuk, dan sebagainya. Tipe mediterania merupakan tipe lingkungan alam yang terdapat bukan hanya disekitar L. Tengah tetapi juga daerah California yang ada di lintang sedang yang summernya kering, juga di Chili, Afrika Selatan dan Australia. Jadi wilayah ini terletak terpisah, tetapi memiliki ciri alam yang sama.
Region alami atau modifikasi region alami dari Herbertson banyak dipergunakan selama beberapa puluh tahun. region-region bukan hanya digunakan untuk mengorganisasikan infomasi tentang lingkungan alam saja, tetap juga tentang penduduk dan aktivitas ekonomi. Tidak heran kalau region yang didefinisikan dalan hal fisikal seringkali mencocokan berbagai variasi aktivitas sosial dan ekonomi. Usaha untuk membagi wilayah yang luas kedalam region-region yang serba guna (multi purpose), cocok untuk menggambarkan fenomena fisikal dan budaya secara luas telah dilakukan oleh penulis-penulis buku geografi region.Walaupun demikian umumnya region serba guna ini didefinisikan hanya untuk beberapa karakteristik yang istimewa saja seperti aktivitas ekonomi yang dominan seperti Corn belt, Wheat belt, Cotton belt di USA.

b. Region Nodal,
Tipe kedua dari region adalah region nodal atau region dinamis. Region ini ditandai oleh gerak dari dan ke pusat. Pusat ini disebut sebagai Node. Sejauhmanakah node dapat menarik daerah sekitarnya sehingga tercipta interaksi maksimal, sejauh itulah batas region nodal.
Contoh yang sederhana terdapat pada masyarakat pra industri, di pusat perkampungan penduduk dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri. Lahan pedesaan dapat menyediakan berbagai kebutuhan penduduknya seperti makanan, bahan bakar dan pakaian sederhana. Perkampungan merupakan pusat syaraf tempat dibuatnya berbagai keputusan yang menyangkut kehidupan warga kampung, perkampungan juga merupakan pusat pergerakan manusia dan binatang bergerak dari lahan pertanian pada pagi hari dan sore hari.
Pada masyarakat yang lebih maju, jumlah penduduk lebih banyak dan menyebar. Lokasi pasar, sekolah pusat kesehatan umumnya terpusat dalam satu tempat. Tempat pusat kegiatan ini menjadi region _nodalnya. Para petani menjual hasil panennya di pasar, anak-anak sekolah, ibu-ibu berbelanja ke daerah pusat datang dan pergi setiap hari.
Region nodal dalam skala besar adalah ibu kota dan kota-kota besar. Pelabuhan, CBD (Central Bussness District) dan zone yang menjadi pusat suatu riskulasi merupakan nodenya suatu region. Terdapat 4 unsur yang esensial dalam struktur regional nodal yaitu :
1. Adanya arus barang, ide/gagasan dan manusia,
2. Adanya node/pusat yang menjadi pusat pertemuan arus tersebut secara terorganisir;
3. Adanya wilayah yang makin meluas;
4. Adanya jaring jaring rute tempat tukar menukar berlangsung.
Region nodal itu dinamis karena didefinisikan sebagai gerakan bukan objek yang statis dan terdapat fungsi suatu tempat sebagai pusat sirkulasi. Di wilayah ini terdapat aktivitas yang diorganisir dan umumnya bersifat lebih dinamias seperti pada gerakan orang, barang atau pesan. karena itu dalam regional nodal meliputi wilayah di sekitar titik pusat. Region formal tidak perlu memiliki core (inti), walaupun dalam beberapa hal memiliki heartland area (jantung wilayah) yaitu daerah yang kenampakan dari suatu kriteria tertentu sangat jelas kenampakannya
 












Pada Gambar 7 A, tampak yang menjadi inti dalam regional uniform adalah daerah yang hampir seluruhnya (lebih dari 75 %) dipergunakan untuk pertanian padi, sedangkan wilayah sekitar inti (periphery) adalah daerah yang didominasi oleh tanaman padi yaitu sekitar 50 % sampai 75 % saja. Daerah yang diluar region tanaman padinya kurang dari 25 %, berarti tidak termasuk kedalam region yang mempunyai kesamaan dalam hal membudidayakan tanaman padi. Gambar 7 B tampak gambar region nodal yang diidentifikasi oleh gerakan penduduk desa ke dan dari kota untuk berbelanja.
Seorang ahli geografi Jerman yaitu Von Thunen hidup pada tahun 1783-1850 membuat model The Isolated State yaitu sejenis laboratorium regional yang menggambarkan faktor-faktor yang mempengaruhi distribusi lokasi lahan pertanian mengelilingi pusat kota tunggal. Dia membuat sejumlah persyaratan pertama ia menentukan bahwa kesuburan tanah dan iklim harus sama dalam satu disuatu region, kedua kondisi alam homogen dataran, tidak ada lembah sungai atau pegunungan yang menyelingi permukaan bumi yang datar itu, ketiga hanya ada kota tunggal sebagai pusat di wilayah tersebut dan kota pusat ini terisolasi oleh hutan, keempat Von Thunen mengajukan gagasan bahwa petani-petani di Isolated state mengangkut sendiri hasil pertaniannya ke pasar (tidak ada perusahaan angkutan) dan mereka menggunakan kereta kuda langsung ke pusat kota. Dalam hal ini kenaikan biaya transpor proporsional dengan jarak. Semakin jauh jarak semakin mahal.
Model Von Thunen menggabungkan 4 zone atau lingkaran dari lahan pertanian yang mengelilingi pusat pasar. Zone pertama atau paling tengah adalah zone pertanian intensif dan peternakan sapi perah, zone kedua merupakan wilayah hutan yang kayunya dipergunakan untuk bahan bangunan dan kayu bakar, zone ketiga merupakan lahan. pertanian ektensif, zone keempat atau paling luar adalah lahan peternakan ektensif dan hasil-hasil ternak lainya. Bagian luar zone ini merupakan zone hutan lebat.














Model Von Thunen
Sumber : de Blij, Harm/Peter O. Muller. (198$). Geography Regions and Concepts. New York : John Wiley & Sons
Keuntungan maksimal diperoleh oleh petani yang paling dekat dengan pasar, sedangkan semakin jauh akan semakin sedikit, karena biaya transportasi menjadi mahal.



GAMBAR 8: MODEL VAN THUNEN



 















                                 
                                               Kota besar sebagai pusat                                         Sungai yang dapat dilayari
                                              
                                               Produksi padi•padian dan susu                                      Tanaman padi•padian dengan pemberaen, serta ternak

                                               Produksi kayu bakar dan                                           Tanaman padi-padian dengan kayu untuk keperluan lain                                                                                   pemberaan dua kali dan ternak
                                              
                                               Tanaman padi•padian tanpa pemberaan                  Peternakan potong/daging
                                                                                         
                                                                                                                    





Gambar  Lokasi produksi Unaman komersial menurut Von Thunen


Regional nodal adalah sebuah sistem. Untuk lebih jelasnya region nodal sebagai sistem dapat digambarlan sebagai berikut :



Pusat kegiatan berkembang karena adanya kebutuhan manusia, baik kebutuhan biologis maupun kebutuhan sosial. Kebutuhan itu sangat beragam clan ticlak seluruhnya dapat dipenuhi oleh produksi sendiri. Karena itu manusia membutuhkan manusia lain. Contoh petani menghasilkan padi, tapi ia juga membutuhkan pakaian, barang bangunan dan kebutuhan !ainnya. la perlu bekqrjasama atau_: saling tukar barang dengan orang lain yang berbeda produksinya. Timbullah pertukaran atau proses jual beli pada masyarakat modern. Tempat jual beli itu umumnya tempat-tempat yang dapat dengan mudah dijangkau dari berbagai tempat. Dalam proses interaksi itu, ada berbagai aturan, yang mana baik si penjual maupun si pembeli harus sepakat dan mematuhinya, sehingga terjadi kepuasan berbagai pihak. Dengan demikian dalam nodal region, tidak hanya terlibat sejumlah orang, tapi juga barang, jasa, transportasi dan berbagai aturan sehingga membentuk satu sistem yang saling menunjang.

3. Regionalisasi
Pembuatan region adalah upaya mengklasifikasikan atau mengelompokkan unsur-unsur yang sama. Karena lokasi-lokasi di muka bumi jumlahnya tak terbatas, maka kita harus menyusunnya dan mengelompokan serangkaian lokasi yang mempunyai sifat-sifat yang sama menurut kriteria tertentu. Sehingga informasi dapat diperoleh secara lebih efisien dan ekonomis
Salah satu sifat umum yang penting di permukaan bumi adalah bahwa tempat-tempat seringkali saling berdekatan satu sama lain. Tujuan pembentukan region adalah membuat lebih sederhana dengan cara menyatukan tempat-tempat berdekatan menjadi satu kelompok.
Perlu diingat bahwa setiap pengelompokan dapat disesuaikan dengan kebutuhan kita sebagai pengguna, untuk kepentingan apa. Karena itu tidaklah mungkin kita mengatakan pembagian region itu benar atau sa1ah, karena akan sangat tergantung pada tujuannya. Regionalisasi dapat membantu kita :
1. memisahkan sesuatu yang berguna dari yang kurang berguna.
2. mengurutkan keanekaragaman permukaan bumi;
3. menyederhanakan informasi dari suatu gejala atau fenomena di permukaan yang sangat beragam;
4. memantau perubahan-perubahan yang terjadi baik fenomena alam maupun manusia;

Regionalisasi selalu berdasarkan kriteria tertentu dan kepentingan tertentu.Contoh pembagian region berdasarkan iltlim, permukaan bumi dibedakan atas beberapa unsur cuaca seperti suhu, curah hujan, penguapan, kelembaban, dan angin. Regionalisasi menurut iklim ini sangat berguna untuk mengetahui penyebaran hewan dan tumbuhan, tetapi mungkin kurang begitu berguna dalam hal kepentingan komunikasi atau transportasi.Berdasarkan uraian di atas, jelas bahwa region memiliki lokasi baik lokasi absolut maupun relatif, region memiliki center place, memiliki areal, dan region juga memiliki sistem spatial.

a. Pembuatan region uniform
Ada dua langkah untuk mengklasifikasikan tempat-tempat kedalam region khususnya region uniform :
1. Mengklasifikasikan tempat-tempat berdasarkan tipe-tipe obyek atau peristiwa yang dikehendaki oleh kita. Jika kita ingin membagi satu wilayah kedalam region-region landform, kita harus mengklasifikasikan wilayah itu menjadi tipe permukaan lahan seperti katagori dataran rendah (plains), perbukitan (hill), pegunungan (mountains). Ini didefinisikan secara kuantitatif. Jika klasifikasi itu sudah ditentukan, setiap tempat harus ditetapkan menjadi satu kelas landform.
2.  Langkah kedua adalah mengelompokkan bersama tipe-tipe yang sama dari obyek-obyek clan menarik garis batas yang memisahkan setiap zone. ada beberapa ketentuan yang biasa digunakan dalam tahap ini yaitu :
a.  Region-region itu sedapat mungkin harus homogen, yaitu harus ada tingkat kesamaan masimum di antara tempat-tempat yang ada dalam setiap region ;
b.  Bagian-bagian dari region itu harus melupakan satu kesinambungan (contigious), jadi tidak ada bagian yang tidak termasuk ke dalam salah satu region
c.  Semua tempat harus ditentukan menjadi beberapa region dan tidak ada satu tempat yang diklasifikasikan kedalain lebih dari satu region, jadi tidak boleh rangkap.

 


























 














Jika suatu wilayah mempunyai kenampakan majemuk atau menjadi wilayah transisi yang mempunyai ciri ganda antar dua region, maka di zone transisi ini menjadi tipe region yang tersendiri pula "dan diberi batasan sebagai region yang terpisah
 














Membagi wilayah atas aspek-aspek yang berbeda sangat sulit, karena kriterianya tidak terbatas, sehingga sulit untuk menentukan dasar dari suatu difinisi saja. Wilayah mungkin berbeda secara internal baik secara fisik maupun aktivitas manusianya. Wilayah pun dapat dilihat secara administratif dan komersial, dalam arti bagaimana hubungan suatu tempat dengan tempat lain secara fungsional. Klasifikasi iklim menurut Koppen adalah salah satu contoh regionalisasi fisik berdasarkan iklim, khususnya berdasarkan curah hujan dan suhu saja. Model Van Thunen adalah regionalisasi menurut aktivitas manusia. Sedangkan kota adalah regionalisasi menurut pusat-pusat pelayanan atau region nodal. Region-region manufaktur, tumbuhan, landform, permukiman, dan sebagainya, tergambarkan dalam satu lembar foto. karena memang sebagian besar dari unsur-unsur itu tersusun secara bersamaan dalam satu wilayah. Melalui interpretasi foto, maka kita dapat memilahkan kenampakan itu secara terpisah-pisah, seperti penyebaran industri saja, permukiman saja, tata guna lahan saja, ata landform saja, sehingga menghasilkan peta tematik. Pemilahan tersebut pada dasarnya adalah regionalisasi, sehingga distribusi keruangan suatu fenomena dapat tampak dengan jelas.
Agar pembagian regional dibuat secara ilmiah, penting sekali untuk memahami sedapat mungkin faktor-faktor yang membuat region itu terpadu dan memiliki ciri khas, faktor apa yang secara esential mempersatukan suatu region dan karakter khas apa yang dimilikinya. Langkah utama adalah menentukan kriteria, kemudian menentukan batas atau zone-zone tempat di mana sifat-sifat itu secara kuat ada. Daerah yang memiliki karakter yang sanagat jelas atau kuat ini disebut heartland. Kemudian sampai batas mana suatu karakter itu tidak dominan lagi. Buatkan batas luarnya. Wilayah yang mempunyai karakter berbeda dengan region utama jadikan region lain idengan karakter yang berbeda pula. Zone transisi mempunyai karakter gabungan antara dua atau lebih sifat region sebelumnya. Penentuan batas region transisi ini seringkali lebih sulit dibuat.

b . Pembuatan region nodal
Nodal region dicirikan oleh adanya gerakan yang mengarah ke titik pusat. Jadi nodal region selalu bercirikan dengan adanya core area atau atau daerah inti sebagai pusat. Hinterland sebuah kota dapat dicirikan dari adanya gerakan pekerja yang bergerak menuju ke arah kota. atau mungkin zonanya lebih luas lagi, mencakup pendesaan dari mana orang-orang bergerak untuk berbelanja atau berbisnis ke kota, perluasan yang pasti dari teritori berbeda-beda sesuai dengan aktivitas. Region nodal yang dilayani oleh toko bahan pangan di kota mungkin tidak sampai melampaui batas kota tetapi perusahaan asuransi, rumah sakit, surat kabar pagi akan melayani wilayah lebih luas lagi.
Kota adalah contoh yang baik berkenaan dengan penyebarluasan informasi, seperti surat kabar dari kota akan beredar dan menyebar ke berbagai daerah, demikian pula siaran radio, TV, dan sumber informasi lain. Spesialisasi layanan kota seperti rute bis, sirkulasi barang, buku, pengawasan politik, pelayanan administrasi terpusat di perkotaan. Dengan perkataan lain luas teritori dari pusat kota ke daerah pinggiran akan berbeda-beda. Untuk beberapa alasan sangatlah esensial untuk memilih beberapa urtgkapan dari ciri-ciri regional clan koherensi regional dari sejumlah distribusi perbedaan-perbedaan areal. Ini penting agar kita memahaminya secara memadai untuk membedakan satu wilayah dari wilayah lainnya clan untuk melihat dasar dari kerangka kerja keruangan. Bagaimana manusia hidup dan bagaimana mereka berkreasi, semua itu untuk menelaah fungsi regional.
Pelayanan sekolah, rumah sakit, atau pun pelayanan administrasi. Setiap unsur tersebut mempunyai jarak yang berbeda. Mungkin gerakan para pekerja terjauh batasnya adalah Kab. Bandung, pelayanan sekolah SMU sampai daerah Cianjur, pelayanan Sekolah Perguruan Tinggi sampai P. Jawa, pelayanan rumah sakit dan administrasi sampai wilayah Jawa Barat clan sebagainya. Sehingga batas region antara para pekerja, surat kabar, pelayanan sekolah SD, SUP, SMU, Perguruan Tinggi, rumah sakit, surat kabar berbeda satu sama lainnya.
 










                                                                       : penyebaran pelayanan nunah sakit :
                                                                       : penyebaran surat kabar
                                                                       : penyebaran pekerja harian




Hinterland terjauh dari sebuah pusat metropolitan yang besar mungkin seluas dunia. Jika perdagangan atau pelayanan sangat komplek. Seperti London, New York clan Tokyo adalah kota-kota yang menjadi pusat pelayanan dunia untuk komoditi tertentu.
Seperti pada region uniform, kriteria yang kita pilih untuk menyatukan region nodal akan berbeda-beda tergantung dari tujuan. Didalam menarik batas dua atau lebih region harus ditentukan dulu kriterianya secara jelas. Overlaping dua wilayah mungkin akan terjadi. Wilayah overlaping ini harus dijadikan satu region yang tersendiri pula.
Untuk lebih jelasnya lihat Gambar 14. Wilayah yang putih adalah daerah yang dilayani oleh A, B atau C. Lebih dari 75 % penduduknya membelanjakan lebih 75 % pendapatannya ke kota A, B, atau C. Region yang di beri titik-titik adalah daerah yang dapat dilayani oleh dua tempat. Sekitar 50 % penduduknya membelanjakan 50 % pendapatannya ke A dan B; atau ke A dan C, atau B clan C. Region yang terletak di bagian tengah (diarsir) adalah daerah yang dapat dilayani oleh A, B clan C. Kurang dari 50 % penduduknya mempelanjakan kurang dari 50 % pendapatannya ke A atau B atau C.
 











Sebelumnya terjadinya revolusi industri, tukar menukar cenderung berlangsung antara region-region yang sumber alamnya berbeda, seperti antara region perbukitan yang menghasilkan bahan makanan dengan region pegunungan yang menghasilkan bahan bakar atau logam.



Di Eropa kota-kota umumnya berkembang di kaki bukit. Di daerah perbatasan menjadi tempat pertemuan antar penduduk kota. Dan sinilah semua barang diperjualbelikan dan disebarkan lagi ke berbagai kota sesuai dengan kebutuhan. Batas pelayanan suatu kota sangat relevan dengan batas alamnya yaitu perbukitan.
Kenampakan fisikal yang jelas seperti rangkaian pegunungan dapat jadi pemisah dari nodal region seperti gerak perdagangan, surak kabar, ataupun gerakan manusia. Walaupun sekarang ini tetap harus diperhitungkan keberadaan sarana transportasi dan komunikasi. Karena keberadaan dan kelengkapan transportasi dapat mencerminkan kemudahan-kemudahan dua tempat untuk saling berinteraksi, indikator adanya gerakan, dan dapat memperluas batas region nodal. Batas suatu region nodal secara priodik dan bertahap harus selalu ditinjau kembali, karena sifat dari kriteria region ini sangat dinamis yaitu gerakan. Zone transisi antar dua region pun dengan sendirinya akan menjadi semakin luas persamaannya, dan akhirnya terjadi penggabungan region yang tadinya berbeda. Kecuali bila batas antar dua region adalah bentangan alam yang memang relatif sulit untuk diatasi, seperti pegunungan yang tinggi, gurun yang luas, lautan atau bentang alam lainnya yang jelas batasnya dan sulit untuk ditaklukan.
Dengan semakin berkembangnya transportasi dan komunikasi, sungai dapat saja menjadi pemisah dalam beberapa hal, tetapi dapat pula tidak. Misalnya sungai itu dapat dilayari maka sungai dapat menjadi penghubung dua wilayah yang berbeda, sehingga akibat intensifnya hubungan melalui sungai tersebut, masyarakat yang ada di antara sungai tersebut sulit dipisahkan. Sungai yang tidak dapat dilayari mungkin menjadi pemisah dua region sehingga betul-betul dua region tersebut berbeda dan dapat dipisahkan dengan jelas. Sungai sering dijadikan pemisah antara dua negara atau kekuatan politik, walaupun seringkali kurang tepat.
Masalah serupa terjadi jika region-region cenderung bergabung satu sama lainnya di daerah transisi walaupun dibatasi oleh batas alami. Sehingga garis akan tampak tidak rational. Untuk beberapa tujuan terutama politik, kenampakan fisikal dapat menjadi indikator dari perbedaan region. Untuk analisa regional yang bersifat nodal batas ini seringkali diabaikan, terutama setelah adanya kemajuan teknologi transportasi yang sangat pesat. Jadi dalam analisisnya nanti, bukan hanya menarik garis batas, kita akan berkaitan dengan kerangka kerja fisikal, dengan karakteristik fungsi ekonomi politik dan sosial dan juga loyalitas penduduknya. Kita berurusan dengan apa yang disebut dengan Gesalt oleh akhli psikologi. Pola dari faktor-faktor yang cenderung berjalan sebagai unit yang didalamnya terdapat berbagai unsur yang saling berkaitan satu sama lain membentuk satu kesatuan yang kompek. Sehingga kita harus melihatnya dari konteks total. Kita baru dapat memahami sebuah area secara keseluruhan kecuali jika menginterelasikan aspek-aspek itu sebagai satu keseluruhan yang luas. Kesadaran akan karakteristik dari pola wilayah, dalam pikiran penduduknya disebut regionalism atau dalam skala suatu negara adalah nationalisme.
Bahasa sering digunakan untuk mengukur regionalism dan dasar untuk membatasi region. Dari semua aspek budaya,bahasa mung-kin merupakan ciri identitas yang penting dan jelas, dan seringkali terkait dengan aspek-aspek lainnya. Bahasa merupakan ciri dari identitas regioal yang maknanya lebih bersifat emosinal dan praktis. Walaupun bahasa bukanlah suatu sebab yang cukup kuat untuk regionalism dan pembatasan region secara politik.
Kemajuan dan komunikasi dan meningkatnya interaksi dalam beberapa abad terakhir, bahasa pun telah banyak mengalami perubahan. Perbedaan antar region menjadi semakin samar.
Batas pelayanan barang-barang yang bersifat kebutuhan pokok (primer) seperti beras, ikan, garam, bahan bakar dan sebagainya, akan lebih pendek jaraknya, karena barang itu dibutuhkan oleh orang banyak sehingga daerah inti (core area) akan lebih banyak. untuk memudahkan setiap orang untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Tapi barang-barang primer yang harganya lebih mahal (mungkin kualitasnya lebih baik) seperti TV, parabola, radio,motor, mobil dan sebagainya, mempunyai jarak yang lebih jauh. Sehingga region nodalnya lebih Was. Contoh para Ibu bila membutuhkan beras cukup ke pasar setempat saja .yang jaraknya dekat, tapi bila membutuhkan radio, TV atau parabola harus membelinya di daerah pusat kota bahkan ke kota yang lebih besar. Berarti region nadal untuk barang beras lebih kecil bila dibandingkan dengan region nodal untuk barang elektronik. Dengan semakin lancarnya transportasi gerakan orang dan barang semakin jauh, sehingga semakin memperluas region nodal (lihat Gambar 15).

Dengan demikian region adalah alat penting untuk lebih memaharni dan menganalisis interaksi keruangan, gerakan orang, barang clan ide serta perubahan yang terjadi sebagai hasil interaksi manusia dengan alam, alam dengan alam , clan manusia dengan manusia . Melalui region pula kita dapat melihat manusia, dilihat dari berbagai aspek. Konsep regional memiliki pola keruangan tertentu yang memberikan deskripsi lengkap tentang penmukaan bumi yang dilihatnya dari sudut persamaan clan perbedaan wilayah

 










4. Heararki regional
Seperti telah dikemukakan di bagian pertama, bahwa region pada dasamya pengelompokan wilayah yang mempunyai karakter tertentu yang sama. Secara fungsional, region itu ada yang berheararki atau bertingkat, dan ada pula yang tidak. Artinya hanya menunjukkan wilayah-wilayah yang berbeda berdasarkan kenampakannya. Pada region uniform, lebih banyak menunjukkan perbedaan kenampakan seperti pegunungan, perbukitan dan dataran. Kita tidak dapat mengatakan bahwa pegunungan lebih fungsional dari pada dataran, perindustrian lebih fungsional dari pertanian atau sebaliknya. Region tersebut masing-masing mempunyai fungsi yang berbeda dan sama pentingnya bagi kehidupan manusia.
Region yang menunjukkan tingkat akan lebih banyak path jenis nodal, karena nodal adalah pengelompokkan wilayah yang berda-"rkan fungsinya terhadap pelayanan atau gerakan benda, barang, orang atau gagasan. Perbedaan ini dapat dilihat dari skalanya. Mulai dari daerah yang mempunyai pusat pelayanan yang sangat terbatas, kemudian sedang sampai jauh. Batasan jauh ini sangat relatif, ada yang sejauh propinsi, negara, benua bahkan dunia, tergantung pada gerakan apa yang dijadikan tolok ukumya. Perubahan mata uang dollar yang ada di Wall Street akan mempengaruhi perubahan mata uang negara-negara di dunia. Berarti Wall Street ini menjadi pusat nilai uang dunia. Perubahan politik yang terjadi di Jakarta akan mempengaruhi keadaan politik seluruh wilayah Indonesia, berarti Jakarta merupakan pusatnya politik Nasional ( Indonesia saja ).
Desa, Kelurahan, kota kecamatan, kota kabupaten, ibu kota propinsi, dan ibu kota negara, tidak hanya menunjukkan adanya heararki dalam fungsi pelayanan, tapi juga menunjukkan heararki dalam kenampakannya.
Dalam region yang bertingkat seringkali terdapat over-lapping. Contoh jika seseorang melihat foto dunia dengan mempergunakan teleskop besar dan teleskop kecil. Dengan teleskop besar kita dapat melihat permukaan bumi lebih rinci atau lengkap bila dibandingkan dengan teleskop kecil. Tapi dengan kedua alat tersebut, kenampakan-kenampakan umum dapat terlihat, seperti jalan, sungai, rumah penduduk, clan bentangan lahan pertanian.
Tapi bentangan budaya yang laian seperti bahasa, tipe rumah, keterampilan penduduk clan sistem soial politik negara-negara di dunia tidak dapat terlihat. Kenampakan sosial budaya ini juga merupakan karakter yang dapat membentask:..-region melalui pola keruangan.
Pola keruangan di kota ditata sedemikian rupa berdasarkan heararki untuk memberikan kemudahan bagi penghuninya untuk memenuhi kerbagai kebutuhan. Contoh pelayanan barang, dari warung - pasar lokal - pasar regional ( pasar induk). Pelayanan kesehatan, mulai Puskesmas pembantu - Puskesmas - rumah sakit . Pelayanan pendidikan, mulai dari SD - SUP - SMU - Perguruan Tinggi. Sekolah SD terdapat di hampir setiap desa, SLTP dan SMU hanya ada di ibu kota kecamatan, sedangkan PT di ibu kota propinsi. Ini berarti pelayanan PT lebih luas dari pada SD atau SMU.
Biasanya orang pergi ke tempat yang berbeda untuk membeli barang atau mendapatkan pelayanan yang berbeda pula. Orang cenderung untuk mengadakan perjalanan seminimum mungkin untuk keperluan barang sehari-hari (low order), seperti bahan makanan, bahan bakar dan pelayanan bank atau pos. Orang pun berusaha untuk mendapatkan pusat pelayanan sekolah, rumah sakit, apotek ke tempat yang relatif dekat. Aktivitas itu disebut Low Sales Tresholds, yaitu sejumlah penjualan yang memerlukan daya dukung atau ambang batas penduduk yang paling sedikit. Contoh treshold atau ambang batas sebuah warung adalah 20.000 orang, super market ambang batasnya mencapai 200.000 orang. Apotek, rumah sakit, sekotah dengan berbagai jenjang mempunyai ambang batas yang berbeda. Setiap fasilitas memerlukan jumlah penduduk minimal untuk mendukung kelangsungan suatu kegiatan. Karena itu semakin sedikit daya dukung suatu fasilitas, semakin banyak jumlahnya. Sebaliknya semakin besar daya dukung fasilitas, semakin sedikit jumlahnya. Seperti contoh di atas, warung daya dukungnya sedikit, maka jumlahnya lebih banyak clan penyebarannya lebih luas. Supermarket daya dukungnya lebih banyak, jumlahnya lebih sedikit yaitu hanya di pusat-pusat kota saja. Dengan semakin banyaknya penduduk di suatu kota dan semakin meningkatnya daya beli masyarakat, kebutuhan akan barang-barang berkualitas, nyaman clan aman semakin diperlukan. Maka supermarket jumlahnya menjadi semakin banyak di perkotaan.
Kebutuhan lain dari manusia adalah barang-barang yang diperlukan sehari-hari tetapi jumlahnya sedikit, clan awet digunakan (high order), seperti alat rumah tangga, mobil dan pelayanan medis spesiali& penduduk umumnya tidak keberatan untuk pergi ke daerah yang relatif jauh. Penjualan barang semacam itu, membutuhkan jumlah penduduk yang lebih besar untuk keberlangsungan perusahaannya. Bisnis semacam ini bisa ditempatkan di lokasi yang agak jauh dari permukiman, tapi mudah dijangkau. Karena pembeli hanya kadang-kadang saja memerlukan barang-barang dan pelayanannya. Pengusaha-pengusaha barang high order semacam ini akan mendapatkan keuntungan jika mengelompokkan berbagai usaha penjualan barang dan pelayanaan ini di satu lokasi yang mudah dijangkau dari segala arah serta umumnya terdapat di pusat kota.








Gambar 19 : Nodal barang low order dan high order
 















Ada beberapa barang dan pelayanan yang tidak memerlukan kontak langsung antara penjual dan pembeli. Komunikasi dilaksanakan nmelalui surat dan telpon. Barang dan jasa ini misalnya dalam berupa pelayanan asuransi, perusahaan finansial atau perbankan.
Aktivitas ini umumnya berskala besar, daya layannya juga besar, dapat meliputi beberapa kota. Apabila terjadi kebutuhan yanag semakin meningkat, perusahaan itu dapat membuka cabang di beberapa kota kecil atau sampai pelosok desa (seperti Bank Rakyat Indonesia misalnya) sehingga terjadi heararki region pelayanan . Untuk lebih jelasnya dapat dilihat Gambar 20 Teori Crisstaler tentang heararki pusat-pusat pelayanan.
Pengertian heararhis dari nodal-nodal region dan pusat-pusat pelayanan mendasari bidang studi geografi yang dimaksudkan central place teori. Bidang ini mengembangkan teori-teori tentang luas, jumlah penataan permukiman dan hinterland-hinterlandnya. Ini muncul dari asumsi bahwa ia orang berusaha untuk mengadakan perjalanan untuk membeli barang dan pelayanaan seminimum mungkin.


 




























Gambar Tujuan Belanja untuk pakaian bagi kelompok penduduk Kanada yang modem: (A) Dan kelompok Penduduk Mennonites
(B) (Fielding, 1974
Perbedaan regional sebagian besar disebabkan karena perbedaan lingkungan. Faktor-faktor pembeda itu harus dianalisa dengan sekasama, suatu wilayah yang memiliki iklim dan tanab yang seragam akan menimbulkan berbagai bentuk penggunaan lahan . Bentuk penggunaan lahan tidak hanya ditentukan oleh faktor fisikal saja, tapi juga sosial budaya penduduknya. Contoh kawasan tropis di Amerika lebih banyak yang membudidayakan gandum dari pada padi, di Indonesia padi adalah makanan pokok yang paling banyak dibudidayakan. Contoh lain S. Rhine selain menjadi batas alam antar beberapa negara di Eropa, tapi juga merupakan jalur lalu lintas yang sangat ramai. Pada muara S. Rhine terdapat sejumlah barang yang disimpan sebelum dikirim ke tempat lain. Karena itu batas suatu region hendaknya ditentukan dengan jelas dan ketat, sehingga tidak bingung dalam mengelompokan suatu wilayah.
Kasus lainnya adalah Cina, Cina sebagai satu region memiliki wilayah yang luas dan di sana terdapat keanekaragaman bentuk fisik dan budaya. Hampir setengah dari wilayahnya dihuni oleh sebagian besar bukan etnik Cina dengana bahasa dan budaya yang berbeda dengan dengan penduduk Cina asli. Negara Cina ini lebih setengahnya beriklim kering dan dingin, bergunung-gunung yang sangat kontras dengan bagian lainnya.,:.yang berbentuk dataran: di pantai.--sebelah timur di mana sebagian besar penduduk Cina tinggal. Di lain pihak aspek-aspek yang menonjol dari budaya Cina adalah sejumlah besar kebudayaan Cina dikembangkan orang di daerah di Jepang, Indochina dan Korea. Di sana terdapat permukiman Cina yang luas, juga di Thailand, Malaysia dan P. Jawa. Dengan demikian timbul pertanyaan di manakah region Cina yang sebenarnya. Jawabannya lagi-lagi tergantung kepada kriteria yang dipilih, untuk menentukan region atau kita pula dipilih kriteria yang lebih berbobot.
Dapat diambil garis batas berdasarkan faktor tinggal asal yaitu sekitar wilayah di mana mayoritas penduduk yang tinggal adalah orang-orang berbahasa Cina atau dimana pertanian merupakan mata pencaharian utamanya dan atau di mana wilayah itu mendapatlan curah hujan 50 cm pertahun. faktor-faktor di atas memadai untuk menentukan faktor-faktor yang menjadi karakteristik negara Cina akan timbul pertanyaan lain. Apa yang membuat Cina itu Cina dan dimana tempat yang menjadi batas ujung dari region Cina.


5. Inti Region (Regional Core)
Inti region (region core) mempunyai karakteristik yang jelas, yaitu bagian yang mempunyai karakteritik paling kuat dari unsur yang dijadikan kriteria region. Bagian ini umumnya terletak di bagian tengah. Pada region nodal bagian pusat ini biasanya menjadi kendali yang mengatur pola budaya atau administrasi wilayah sekitarnya. Umumnya wilayah core ini adalah wilayah yang pertama kali berkembang dan menjadi pusat pertumbuhan sejauh kondisi fisikal di sekitarnya memungkinkan. Semakin jauh dari titik pusat pengaruh core ini makin melemah dan disanalah terletak zone transisi yang mendapat pengaruh dari core lainnya.
Pola keruangan dari perkembangan aktivitas manusia cenderung memusat atau berkelompok. Pemusatan ini biasanya terdapat pada keadaan lahan yang datar, daerah-daerah yang subur, lembah-lembah sungai, daerah pantai dan daerah persimpangan jalan. Daerah-daerah yang strategis itu akan mudah berkembang menjadi pemusatan penduduk yang lebih besar seperti perkotaan. Perkotaan ini tidak hanya menjadi pemusatan penduduk secara fisik saja tapi juga pusat aktivitas ekonomi, sosial, budaya dan politik. Daerah pusat yang paling strategis menjadi pusat region (core), sedangkan peralihan kondisi fisik dari lahan tersebut dapat menjadi batas region.
Basin Paris dan London merupakan ilustrasi yang baik dari gejala ini. Kedua kota itu merupakan pusat pemerintahan dan pusat pasar, keduanya secara historis merupakan pusat perkembangan dan penyebarluasan budaya regional, pusat jaring transportasi, pusat sirkulasi bagi daerah sekitamya dan merupakan pusat interaksi bagi daerah sekitarnya. London dan Paris merupakan core yang kuat bagi negara Perancis dan Inggris, pengaruhnya itu bahkan meluas sampai ke luar negeri. Dari core inti inilah kemudian berkembang core-core lain di sekitar core inti. Core-core baru ini adalah pusat-pusat industri manufaktur penting di dunia. Core-core tambahan itu lokasinya terpisah dari core inti ( Paris dan London) dan letaknya bertepatan dengan ditemukannya sumber-sumber mineral yang tidak ditemukan di Paris dan London. Pusat-pusat kegiatan ini merupakan cabang-cabang dari basin London dan Paris dan core-core ini tetap menunjukkan kenampakan tunggal yang khas. Di negara lain masalah core yang berkembang di sekitar inti banyak pula terjadi. Seperti di Indonesia Jakarta adalah core intinya, berkembang core tambahan di sekitar Bogor, Tanggerang dan Bekasi, Bandung dengan Bandung Rayanya, Surabaya dengan Mojokerto, Bangkalan, Sidoarjo dan Lamongan serta banyak lagi contoh-contoh lainnya.
Core-core ini terus berkembang sehingga membentuk heararki region secara fungsional sesuai dengan tingkat kepentingan dan besar fungsi menunjang bagi daerah inti utama.
Core memberikan beberapa pelayanan kepada region secara keseluruhan. Di bawah ini terdapat gambar tentang core-core di tiap negara. Dalam hal ini negara merupakan satu region.























GAMBAR 12 : JEPANG


 





























GAMBAR 13 : AUSTRALIA

 






























GAMBAR 14 : AMERIKA SERIKAT’
 





























GAMBAR 15 : EROPA
 





























Australia karena wilayahnya luas, dan karakteristik alamnya yang bervariasi, maka memiliki beberapa core area. Tetapi core utamanya terdapat di daerah yang jumlah penduduknya paling banyak yaitu di Sydney - Melbourne yang berpenduduk lebih dari setengah keseluruhan penduduk Australia.
Kawasan Eropa memiliki core area yang sangat luas yang mencakup beberapa negara Eropa barat, sebagian dari Eropa Selatan, daerah London dan Skotlandia. Core area ini bukan hanya merupakan core area bagi Eropa saja tetapi bahkan bagi seluruh dunia, karena region ini merupakan wilayah yang interaksinya paling ramai (perhatikan Peta transportasi dunia).
Gambaran dan analisis region dilakukan oleh para geograf, karena berkenaan dengan deskripsi gejala-gejala keruangan baik yang menyangkut fisikal maupun manusianya, serta akan berhubungan dengan pola distribusi dari gejala di permukaan bumi. Geograer selalu peduli terhadap keberadaan benda-benda, gejala, fenomena yang ada di permukaan bumi. Selain itu Geografer juga selalu melihat hubungan timbal batik antar region, assosiasi wilayah dan interaksi keruangan. Pola yang dipetakan tidak bersifat statis tapi senantiasa mengalami perubahan sebagai akibat dinamika manusia itu sendiri. Pola-pola itu merupakan bagian yang berintegrasi secara total. Sebelum memahami hubungan timbal batik -secara total perlu dilihat bagian-bagian yang berinteraksi itu dengan jelas. faktor-faktor dan kekuatan-kekuatan apa yang mempengaruhinya. Semua itu harus dilihat dari assosiasi wilayah.
Mengingat kedinamisan aktivitas manusia dan interaksi manusia itu sendiri dengan alam ataupun dengan manusia lain di permukaan bumi, maka dalam menganalisis unit regional dan menentukan asosiasi wilayah, penting sekali memperhatikan dimensi waktu. Batas regional seringkali tidak konstan, berubah menurut waktu dan ruang.
Perubahan teknologi seperti peningkatan komunikasi menyebabkan meluasnya kekompakan region, perubahan itu mungkin secra gradual (bertahap). Faktor-faktor baru akan muncul dalam sistem ekonomi, sosial, budaya dan politik yang dapat menimbulkan core baru, menyisihkan core lama atau memasukannya ke dalam core yang baru.



Inovasi, penaklukan wilayah lain, migrasi bisa mengguncangkan atau mengubah region. Perubahan budaya, pengaruh kekuatan dari wilayah lain atau hal-hal yang didatangkan perubahan lainnya. Bentuk baru dari produksi dapat mempengaruhi penggunaan lahan, perubahan dalam pemukiman manusia dan pemanfaatan lingkungannya disebut segment occupance.
Walaupun demikian, hilangnya sifat-sifat khusus dari sebuah region akan memakan waktu relatif lama. Lingkungan fisikal relatif konstan dan walaupun pengaruhnya berubah, lingkungan fisikal membantu memelihara kontinuitas regional. Hubungan keruangan akan berubah jika manusianya berubah, tetapi jarak fisikal dan lokasi absolut wilayah itu tidak berubah. Kita lihat Cina, regionnya konstan dilihat dari luas wilayahnya untuk selama 2000 tahun (sekarang ada invasi ke Mancuria dan Mongolia). Pada abad pertengahan perubahan besar-besaran terjadi akibat pengaruh Eropa. Amerika, Australia dan Selandia baru adalah hasil dari invasi Eropa ke daerah lain. Karena itu terbentuk region-regon baru di sana. Proses seperti itu terus berlangsung hanya ada yang cepat ada yang lambat. semua itu dapat mempengaruhi batas suatu region.

6. Regionalisasi Dunia
Berbagai kawasan di dunia itu dibagi-bagi menjadi region-region. Regionalisasi dunia tidak tetap dan telah banyak berubah, yang semula hanya dibagi-bagi menjadi region formal baik itu berdasarkan pada letak benua, iklim, pembagian politik. Pada masa-masa terakhir ini unsur fungsional telah dimasukkan ke dalam regionalisasi ini.
Pada awal tahun 1970an, dunia dibagi atas 3 negara utama yaitu dunia pert.ama (first world) untuk region dunia yang mencakup negara-negara maju, dunia kedua (second world) bagi region yang menganut politik dan ekonomi komunis, dan dunia ketiga (third world) untuk region negara sedang berkembang. Selanjutnya terjadi perubahan, ada yang berpendapat dunia ini dibagi atas region negara kaya dan region negara miskin, region negara maju dan region negara berkembang, sekarang ada region utara dan region selatan. Allen Philbuck membuat sistem region dunia sebagai berikut :




 












































BAB IV
METODE GEOGRAFI REGIONAL DAN PENDEKATAN
REGIONAL DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI REGIONAL

  1. Metode Geografi Regional
Seperti kita ketahui bahwa tema sentral geografi adalah bumi yang dimanfaatkan oleh manusia. Pola pemanfaatan bumi oleh manusia berbeda-beda sesuai dengan banyaknya jumlah penduduk dan tingkat teknologi. Melalui teknologi, yaitu berbagai cara dan alatyang dipergunakan manusia untuk memenuhi kebutuhannya, manusia memanfaatkan alam sekitar. Semakin banyak manusia dan tinggi teknologinya semakin intensif alam dimanfaatkan. Sehingga menghasilkan bentang budaya yang semakin luas.

Ahli Geografi dalam melakukan studi wilayah selalu mempertanyakan:
1.            kemungkinan-kemungkinan apa yang disediakan oleh lingkungan alam dalam menopang kehidupan manusia ;
2.            perubahan yang telah dibuat manusia terhadap alam dan bagaimana adaptasi manusia terhadap alam
3.            bagaimana cara manusia beradaptasi dengan lingkungannya ;
4.            kemungkinan-kemungkinan apa yang dapat dilakukan oleh manusia dalam memanfaatkan alam
5.            bagaimana alam dimanfaatkan dengan tetap memperhatikan kesinambungan pemanfaatannya ;
Di atas telah dijelaskan bahwa seperti ilmu lain, geografi memiliki metode penelitian yang bervariasi sesuai dengan sifat dari masalahnya. Prosedur dari penelitian regional tampak pada bagian di bawah ini.
I.             Analisis dan penilaian terhadap unsure-unsur lingkungan fisik,
A.    Faktor-faktor yang cocok untuk mendukung manusia
B.     Faktor-faktor yang tidak cocok untuk mendukung manusia
C.     Masalah-masalah yang biasa ditanggulangi atau diperbaiki oleh teknologi
II.          Penelitian penduduk,
A.    Jumlah dan distribusi;
B.     Tingkat perkembangan teknologi;
C.     Budaya tertentu yang mempengaruhi cara hidup dan pemanfaatan lingkungan;
III.       Penelitian untuk mendeskripsikan dan mengeksplanasikan dari aktivitas manusia dan pola mata pencaharian dengan merealasikan dan sintesa dari unsur-unsur manusia dan fisik;
IV.       Evaluasi dari potensi wilayah dilihat dari kemungkinan untuk meningkatkan ke­hidupan penduduk yang ada atau kemungkinan untuk menunjang lebih banyak penduduk.
Jelas bahwa geografi merupakan cross field studi yang menganalisis dan mengkorelasikan 2 unsur yang Baling terkait, yaitu unsur yang disediakan oleh slam dan unsur yang dihasilkan oleh keberadaan manusia.

2.            Pendekatan regional
Pendekatan regional adalah pendekatan yang dilakukan karena akan menelaah sekelompok gejala yang terdapat bersamaan pada satu tempat atau region. Titik awal dalam pendekatan regional adalah tempat atau wadah dimana unsur fisik dan manusianya berada (wherenya dulu). Baru kemudian unsur-unsur lainnya dijelaskan lebih lanjut, ada apa, bagaimana, mengapa dan untuk apa. Berbeda dengan pendekatan topik, yang mana mengambil topik atau tema (whatnya dulu) sebagai titik awalnya, seperti pertanian, perkebunan, baru kemudian di mana, bagaimana dan seterus-nya. Walaupun berbeda titik awalnya, tapi analisis lebih lanjut geografi selalu mencari dan menemukan pemahaman suatu fakta secara keseluruhan.
Sangatlah sulit untuk menggambarkan sejumlah besar gejala yang ada di bagian tertentu dari muka bumi secara lengkap dan rinci. Sangat keliru bila ada yang beranggapan bahwa studi region adalah menghasilkan daftar informsi tempat­tempat di permukaan bumf, tanpa menganalisis keterkaitan antar fakta atau gejala di suatu dengan tempat lain.
Cara yang paling baik dalam mempelajari region adalah memilih unsur atau sifat-sifat yang penting saja dalam struktur region, kemudian ditelaah secara lebih khusus dan mendalam. Misalnya jika kita akan mempelajari sebuah kota dengan hinterlandnya sebagai sebuah region, kita hanya mengkonsentrasikan kepada pola arus penduduk, atau arus barang atau arus pelayanan fasilitas sekolah. Kita harus mencari dimana titik pusat (core) dari arus-arus tersebut, mencari latar belakang penyebabnya, dan faktor-faktor penunjang serta masalah yang mungkin timbul.
            Pendekatan ini akan memberikan pemahaman kepada kita bagaimana region itu terbentuk, dan bagaimana kecenderungan perubahannya di masa yang akan datang. Contoh jika kita berminat meneliti satu wilayah sebagai region pertanian kita harus mulai dengan pola keruangan pertanian itu faktor-faktor apa yang dominan mempengaruhi pola pertanian itu, bagaimana kondisi alamnya (iklim, kesuburan lahan, kemiringan lahan, tata air) jenis tanamannya, besarnya usaha tani, teknologi berproduksi yang digunakan, tingkat kesejahteraan, kondisi pasar, kebijakan politik, kebiasaan-kebiasaan petani dan bagaimana usaha-usaha untuk mengoptimalkan usaha tani tersebut.
            Sebenarnya pendekatan regional bertujuan untuk memahami persamaan dan perbedaan wilayah di muka bumi. Prosedur yang digunakan dalam pendekatan regional pada dasarnya mengadakan sintesa dari suatu wilayah sebagai asosiasi komplek dari sifat-sifat yang ada di tempat tersebut.

3. Pembelajaran Geografi Regional
            J.W. Fox seorang Profesor Geografi dari Inggris, mengemukakan bahwa pengajaran geografi regional di sekolah seringkali bersifat hafalan, anak didik hanya diberikan sejumlah materi atau tema yang bersifat deskriptif. Kurang memberikan kesempatan berfikir logis, kritis, dan analitis. Guru seringkali dibebani dengan sejumlah target materi, tanpa menjelaskan mengapa terjadi regionalisasi semacam itu dan faktor-faktor apa yang menyebabkan timbulnya region-region di permukaan bumi.






            Ia mengemukakan, bahwa di setiap tempat, di setiap bidang lahan seluas apapun, pasti mempunyai unsur fisikal dan manusianya, karakter dominan yang ada di suatu tempat berbeda-beda, dapat terpisah (fisik atau manusia saja) atau dapat pula hasil interaksi antara keduanya. Dengan adanya pemahaman geografi yang selalu memadukan antara unsure-unsur tersebut, maka anak harus diarahkan kepada studi identifikasi unsure fisik dan manusia, klasifikasi, komparasi (perbandingan) dan akhirnya mampu mengevaluasi.
            Ada tiga aspek yang perlu diperhatikan dalam pembelajaran geografi regional yaitu mengembangkan kemampuan interpretasi, membuat deskripsi dan evaluasi. Interpretasi adalah membaca, memaknai, mengkaji angka, data atau fakta yang ada di suatu tempat. Interpretasi berperan sebagai pemahaman terhadap satu kompleksitas situasi sehingga menjadi jelas. Setelah paham kemudian diuraikan (dideskripsikan) secara sistematis, dan akhirnya dilakukan penilaian untuk memperoleh umpan balik dan pengelolaan secara optimal.
            Dalam proses pembelajaran geografi regional, tingkat interpretasi, deskripsi dan evaluasi dapat disesuaikan dengan tingkat berfikir atau daya nalar anak. Mulai dari yang paling mudah diketahui menuju ke yang sulit, dari yang paling dekat dengan lingkungan anak menuju ke yang jauh, dari yang sudah diketahui menuju ke sesuatu yang belum diketahui. Melaksanakan studi lapangan, sangat disarankan.sebagai tahap awal, ajaklah siswa melihat dua bentang alam yang berbeda, misalnya pertanian padi dengan palawija. Biarkan anak membuat identitas sesuai dengan penalarannya. Buatkan pula gambar atau peta tentang batas-batas lahan pertanian padi dengan palawija. Setelah itu (dapat dilakukan di dalam kelas), suruhlah anak untuk menjelaskannya dalam bentuk kalimat, dan akhirnya anak harus dapat menyimpulkan faktor dominan apa tempat itu mempunyai pola penggunaan lahan yang berbeda.
Pada tingkat dasar, siswa hanya mengenal adanya perbedaan penggunaan lahan, perbedaan bentang lahan (dataran, perbukitan atau pegunungan), jenis tanaman, pengairan, pola pemukiman, dan kehidupan petani secara sederhana. Anak-anak diperkenalkan pula dengan alat-alat observasi lapangan seperti peta sederhana, kompas dan daftar pertanyaan (checklist) yang harus diisi pada waktu mengadakan studi lapangan. Dengan bekal pengenalan lapangan ini,siswa akan memiliki kesiapan untuk memahami region secara lebih luas dan komplek.
            Untuk tingkat menengah,pada waktu dibawa ke lapangan,tingkat interpretasinya harus lebih ditingkatkan.Selain unsur yang diatas ditambahkan pula dengan interpretasi tipe batuan,jenis tanah,iklim secara mikro,pemilikan tanah,pengaruh kemiringan lereng terhadap penggarapan lahan,pengaruh jenis tanaman terhadap kondisi ekonomi petani,tingkat erosi dan sebagainya.
            Pada tingkat yang lebih tinggi,selain keterkaitan fisik dan manusia dikaji lebih mendalam,kondisi-kondisi eksternal seperti transportasi,komunikasi,lokasi dan jarak pasar,teknologi penanaman,usaha-usaha meningkatkan hasil pertanian,lembaga-lembaga pertanian dan dilibatkan secara lebih mendalam dalam evaluasinya.Sehingga anak tahu betul adanya persamaan dan perbedaan wilayah di permukaan bumi,latar belakang timbulnya hubungan dan gerakan antar tempat serta regionalisasi berdasarkan kriteria tertentu.Peta sebagai alat untuk menvisualkan permukaan bumi handaknya betul-betul dapat digunakan secara baik,komposisi huruf,skala peta,symbol peta dan syarat peta yang baik lainnya sudah harus diaplikasikan.
            Kesulitan mungkin akan timbul bila anak memulai dalam mendeskripsikan suatu tempat. Ini dapat berlaku bagi anak yang tingkat sekolahnya masih rendah ataupun sudah tinggi. Fox, menjelaskan bahwa aspek fisikal tidak harus menjadi perhatian pertama, penjelasan aspek fisikal kemudian baru dibahas manusianya,hanya akan menggiring kita ke pemikiran yang fisis determinis. Kita dapat memulai dari sesuatu yang paling menonjol dalam memberikan karakter suatu tempat,jadi dapat aspek fisik atau manusianya.Misalnya di P.Stewart Selandia Baru yang dominan adalah kondisi fisiknya di Auckland yang dominan adalah aktivitas penduduknya, Indonesia adalah kebahariannya, Rurh dengan industrinya.Tiap tempat dapat saja mendapat sorotan lebih tajam pada aspek-aspek tertentu yang dianggap paling dominan dan khas.
            Banyak topik yang menarik dan berharga dapat diberikan kepada anak melalui pelajaran geografi regional,walaupun dengan waktu yang relatif terbatas. Pemahaman prinsip dan hakekat ilmu geografi, pemahaman tingkat perkembangan anak, wawasan yang luas, keterampilan melaksanakan study lapangan, dan keterampilan menggunakan media geografi (peta, grafik, model dan sebagainya) sangat di perlukan untuk menghasilkan pelajaran geografi regional yang penuh makna.
Robert Harper, memberikan alternatif dalam penyajian geografi regional yang penuh dunia. Katanya semua perbedaan sifat-sifat fisik dan budaya dari suatu region dikemukakan lebihg dulu. Tujuannya untuk membedakan dan memisahkan sesuatu yang penting dan kurang penting lebih dulu, baru kemudian aspek-aspek lainnya.
Warman menjelaskan aspek lain, katanya mengemukakan hal yang paling terdini(actual)yang terjadi di suatu tempat harus di kemukakan lebih dulu, baru kemudian di analisis hubungan timbaliknya dengan factor budaya dan alamnya.

Tema lain yang dikembangkan oleh para guru geografi di Negara maju, adalah berawal dari manusia. Misalnya distribusi penduduk, mengapa orang sebagian besar tinggal ditempat tertentu, apa aktifitas ekonominya, sejauh mana hubungannya dengan morfo-logi, keberadaan sumber mineral, aklim, kesuburan lahan, kemudahan memperoleh air transportasi, pasar dan kemudahan-kemudahan lainnya dalam memenuhi kebutuhan hidup.  Melalui penduduk pula kita dapat memperoleh membahas dengan aspek gerakan (migrasi), kerjasama ekonomi, social pertahanan, keamanan, dan aspek budaya lain. Sehingga persamaan dan perbedaan wilayah secara terintegrasi dapat diawali dengan aglomerasi penduduknya.
Tema lain yang dapat di gunakan adalah melalui peta. Tempelkanlah beberapa jenis  skala peta di dinding, pertama-tama anak diperkenalkan dengan peta lokasi dimana sekolah atau rumah mereka berada (misalnya peta kecamatan), kemudian peta yang skalanya lebih kecil, untuk memberikan gambaran yang lebih luas, seperti peta kota Bandung. Jelaskan dimana posisi Kecamatan sekolah mereka , kemudian posisi kecamatan itu di wilayah Kodya Bandung, posisi Kodya Bandung di peta Jawa Barat, P.Jawa, Peta Indonesia dan akhirnya Peta Dunia sampai kepada globe. Melalui peta itulah, guru dapat menjelaskan letak benua, samudra, laut posisi tempat menurut garis lintang dan garis bujur, pengruhnya terhadap iklim, tumbuhan, hewan dan budaya manusia. Setelah secara umum itu, guru dapat mengembangkan topic-topik pernegara sesuai dengan kurikulum. Penyajian materi bersifat pengayaan dari yang sudah dikenali oleh anak menuju ke yang belum dikenali oleh anak secara lebih luas dan komplek.
Metode yang dipegunakan hendaknya betul-betul memberikan peluang seluas mungkin bagi anak untuk mengembangkan daya nalar dan wawasannya.  Harus diingat bahwa sedikit tapi bermakna dan dipahami, jauh lebih berarti dari pada banyak tapi dilupakan. Dengan   menarik, dipahami dan bermakna ini akan lebih memotivasi    anak    belajar    lebih    lanjut.    Sehingga    pengayaan    materi    dapat dikembangkan secara individual melalui membaca atau mengerjakan tugas di rumah. Para pakar Geografi di Universitas Illionis Amerika Serikat mengemukakan tentang  pengembangan  pendekatan  geografl  dalam  pengajaran geografi,  bahwa region adalah objek penelitian yang bersifat geografis, karena itu region merupakan gene-ralisasi   dari   gejala-gejala   yang   komplek,   di   mana   setiap   unsur   saling berinterelasi satu sama lain dalam memberikan karakter pada suatu tempat. Karena itu pengajaran geografi akan mudah dipahami bila guru memberikan gambaran secara umum saja sesuai dengan kepentingan atau tujuan dari pengajaran itu. Region adalah generalisasi tentang ruang, tidak mungkin dapat menggambarkan segala keberadaannya dalam waktu yang terbatas atau sejengkal demi sejengkal. Karena itu melihat fenomena yang paling domenan di suatu tempat sangat penting.
Guru dalam mengajarkan geografi regional, seringkali mengalami kesulitan, apakah ia harus menerangkan setiap unsur (fisikal dan manusia) secara terpisah dan secara global (wawasan dunia lebih dulu) atau langsung dipadukan dalam setiap negara.
Topik-topik seperti pertanian, atau aktivitas lainnya dipahami sebagai unsur tunggal, tidak mengintegrasikan antara aspek fisik dengan manusia. Sebaliknya kalau di mulai pemegara, wawasan global dan latar belakang interaksi atau gerakan sulit untuk dipahami.
Region-region yang bersifat topikal seperti corn belt, tropical rain forest, adalah contoh yang baik dalam menjelaskan regionalisasi yang berbeda. Faktor dominan dalam pembentukan suatu region perlu dikenali lebih dulu untuk kemudian menyim-pulkannya. Harus diingat bahwa pengajaran geografi regional bukan hanya menyajikan fakta-fakta yang hams diingat dan dihafal, siswa harus tetap diberi bekal keterampilan interpretasi dan evaluasi fenomena-fenomena yang ada dalam suatu wilayah. Siswa oriented perlu terus dikembangkan agar anak lebih termotivasi untuk belajar. Di bawah ini terdapat model pembelajaran yang berorintasi ke guru dan siswa beserta hasilnya.



Guru oriented                          duduk rapi dan tenang
                                                Membaca dan mengingat
                                                Menjawab jika ditanya
                                                Menyebutkan tempat-tempat di permukaan   bumi

Siswa oriented



































DAFTAR PUSTAKA

- Biddle, DS, 1968, Reading in Geographical Education, Austalia: Whit Combe and Tombs Limited.

-    Bintarto dan Surastopi Hadisumarno, 1979, Metode Analisis Geografi, Jakarta : LP3ES.
-    Broek, Jan OM, 1965, Geography Its Scope and Spirit, Colombus: Charles Mervill Books Inc.
-    Chisholm Michael, 1979, Human Geography Evolution or Revolution, Bristol : Penguin Books.

-    De Blij, Harm J, & Peter 0 Muller, 1988, Geography Region and Concepts, New York : John Willey & Sons.
-    Hagget, Peter, 1971, Locational Analysis in Human Geography, New York : St Martin.
-    Gabler Robert, 1966, A Handbook For Geography Teachers, Illinois : Publication
Center National Council for Geographyic Education Illinois State University.
-    Hall David, 1976, Geoeraphy and the Geography Teacher, London: George Allen Ltd.
-    Huntzelman and Richard Highsmith Jr, 1955, World Regional Geography, New York : Prentice Hall.- IKIP Semarang, 1988, Lembaran Ilmu Pe getahuan
-    Yensen Holt, 1982, Geography Its History and Concepts, London: Harper Publisher.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar